oleh

2 Rumah Warga Banjaranyar Ciamis Nyaris Roboh, Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Cair

 
 

Banjaranyar, galuh.id – Dua rumah di Dusun Karangmulya, RT 31, RW 08, Desa Langkapsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis nyaris roboh. Kedua rumah tersebut, masing-masing milik Ecin (55) dan Taslim (50). Keduanya masih mengharapkan bantuan rutilahu.

Ecin merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal mati suaminya, sementara Taslim mempunyai tiga anak. Dalam keseharinnya Taslim  bekerja sebagai kuli bangunan

Ketua RT setempat, Sugito mengatakan, dua rumah tersebut harus segera diperbaiki. Pasalnya sewaktu-waktu bisa membahayakan penghuni rumah.

“Kedua rumah tersebut keadaannya sudah sangat memprihatinkan. Apabila tidak segera diperbaiki saya khawatir akan berbahaya terhadap penghuni rumah”, ujarnya kepada Galuh ID, Kamis (9/1/2020).

Kedua warganya tersebut bukan tidak mau memperbaiki rumahnya, tetapi karena keterbatasan ekonomi, mereka tak mampu memperbaiki rumahnya.

“Jangankan untuk merehab rumah, untuk kebutuhan sehari- hari saja keduanya kekurangan,” paparnya.

Sugito berharap adanya uluran tangan dari Dermawan. Karena hanya satu-satunya bantuan Dermawan yang bisa membantu kedua warganya itu.

“Sebelum ketua RT dijabat saya, kedua rumah warga ini pernah diajukan oleh ketua RT sebelumnya.Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Sementara Dede Rukman, tokoh setempat mengaku kecewa, karena kurang responnya pemerintah Desa. Menurutnya Pemerintah Desa seharusnya bisa melihat kondisi masyarakatnya. 

Desa Langkapsari sendiri, kata Dede, banyak warganya yang tinggal di rumah yang tidak layak untuk dihuni.

“Saya heran kepada Pemerintahan Desa Langkapsari. Kenapa tidak mengajukan program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni). Padahal masyarakat Desa Langkapsari masih banyak yang menghuni rumah tidak layak huni,” ujarnya.

Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Cair

Kepala Desa Langkapsari, Paring membantah tuduhan warganya yang seolah kurang merespon kondisi warga yang tinggal di rumah tidak layak huni. Apalagi jika disebut Pemdes Langkapsari tidak mengajukan bantuan ruilahu.

“Tidak benar itu, saat ini  justru kami sedang menunggu direalisasikannya  program Rutilahu. Tahun 2017 kami pernah mengajukan program tersebut untuk 70 rumah. Karena belum juga direalisasikan, kemudian kami ajukan lagi di tahun 2019,” terangnya.

“Kami mohon masyarakat bersabar, mungkin ajuan yang telah diberikan ke Dinas terkait sedang dalam proses,” tambahnya.

Di Kecamatan Banjaranyar sendiri, kata Paring, Desa yang telah mendapat program Rutilahu baru dua Desa.

“Kami berharap, di tahun 2020 pengajuan bantuan program rutilahu yang sudah diberikan supaya diprioritaskan dan direalisasikan,” harapnya. (GaluhID/Uus)

Loading...
loading...

BERITA SELANJUTNYA