Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tersesat dan dikejar orang gila di Kota Madiun, menangis terisak-isak di Stadion Singaperbangsa Karawang ketika tim kebanggaan mengalami kekalahan, atau bertemu dan menemukan jodoh di stadion. Semua pengalaman langka itu bisa anda tanyakan pada mereka anggota komunitas suporter PSGC Ciamis, Balad Galuh (BG).

Dideklarasikan pada tanggal 10 Februari 2011, komunitas yang mempopulerkan tagline, “Moal mundur ngabela lembur” ini kini mempunyai banyak distrik. Sebut saja BG Cijeungjing, BG Ciamis Utara, BG Baregbeg, BG Gunung Padang, BG Sindangkasih, BG Ciamis Selatan, BG Jalur Timur, BG Purwadadi, BG Banjar Anyar, BG Cihaurbeuti, BG Panawangan, dan BG SIC. Itu beberapa distrik yang ada di kota Ciamis. Mereka yang ada di luar kota Ciamis pun mendeklarasikan kecintaan mereka terhadap PSGC Ciamis, sebut saja BG Bandung Motherland, BG Jabodetabek dan BG Purwokerto.

Dedikasi mereka untuk mendukung PSGC Ciamis pun tidak diragukan lagi. Andi dan Erna pasangan yang pertama kali bertemu di Stadion Galuh Ciamis ketika PSGC bertanding melawan PSIS Semarang ini rela menempuh jarak Depok-Ciamis untuk menonton PSGC bertanding. “Kami tetap PSGC,bangga ke kampung sendiri, tanah kelahiran sendiri. Meskipun hidup di tanah rantau, Balad Galuh JABODETABEK kami ada untuk PSGC, moal mundur ngabela lembur sanajan di lembur batur.” Kata Andi (29 tahun).

Beberapa orang setia mengikuti PSGC Ciamis bertandang ke luar kota. Cilacap, Banyumas, Batang, Sleman, Jepara, hingga Madiun adalah kota-kota yang mereka datangi hanya untuk menonton PSGC berlaga. Tidak penting apakah di laga tersebut PSGC kalah atau menang, karena hasil pertandingan tidak akan merubah sedikitpun kecintaan mereka.

Asep Rio Sudrajat (38 tahun) pengusaha sekaligus Sekjen Balad Galuh mengutarakan, jika ditanya seberapa besar kecintaannya terhadap PSGC Ciamis maka 60% cintanya diserahkan untuk PSGC Ciamis sementara sisanya 40% untuk keluarganya, itu karena seringnya beliau izin kepada keluarganya untuk mengawal PSGC bertanding.

Danu yang dikenal sebagai salah satu capo Balad Galuh yang kharismatik ini lain lagi, Danu tidak suka ditanya seberapa besar kecintaannya terhadap PSGC, menurutnya cinta sejati tidak mengenal hitung-hitungan matematis. “Buktinya, cukuplah saya lupa pekerjaan saya atau lupa bahwa saya sudah tidak lajang lagi.” Katanya sambil bercanda.

Bagaimana dengan anda? Anda punya pengalaman seru selama menjadi suporter PSGC Ciamis? Silahkan tulis di halaman media sosial anda, jangan lupa beri tagar Kita 7 Tahun.

Happyanniversary Balad Galuh yang ketujuh.

(GALUH ID) K.P Latief

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.