Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Yoga Adiatama (18) dan Rega Andiansyah (18) dua pemain sepakbola PORDA Ciamis bertolak ke Brebes Jawa Tengah pada tanggal 4 Februari 2018 untuk mengikuti seleksi pemain PSIS U-19. Mereka bersama tujuh orang temannya dari Ciamis yang didampingi oleh Couch Andri Wijaya, pelatih PORDA Ciamis, diseleksi bersama 80 orang peserta yang mendaftar di wilayah Brebes. Brebes merupakan salah satu kota yang dipilih untuk tempat seleksi pemain PSIS U-19. Selain di Brebes, seleksi Pemain PSIS juga diselenggarakan di seluruh kota di Jawa Tengah dengan peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam sebuah permainan sepakbola yang dimainkan selama 30 menit, Yoga dan Rega bermain diawasi oleh M. Ridwan, mantan pemain Persib Bandung dan PSIS Semarang yang menjadi pelatih penyeleksi pemain PSIS U-19. Yoga dan Rega dianggap memenuhi kriteria pelatih sehingga terus diberi kesempatan untuk bermain. Dari Brebes, Yoga dan Rega menuju Magelang, mereka kembali bermain dalam sebuah games internal selama 30 menit di Stadion Gatot Subroto. Yoga yang menempati posisi full back kiri dan Rega di posisi centre back berhasil mencuri perhatian pelatih penyeleksi; Yoga dan Rega bersama 30 pemain terbaik lainnya dinyatakan lolos seleksi pada tanggal 17 Februari 2018. Kontrak bermain bersama PSIS U-19 pun sudah menunggu mereka di awal bulan Maret.

Diakui oleh Couch Andri, Yoga dan Rega merupakan salah satu pemain sepakbola berbakat yang dimiliki Ciamis. Bakat tersebut ditunjang dengan kerja keras dan kedisiplinan mereka berdua dalam berlatih. Perlu anda ketahui, sebelum terpilih menjadi pemain PORDA, Yoga berlatih dan belajar sepakbola di SSB Buldozer selama 7 tahun, sementara Rega berlatih di SSB yang sama selama 10 tahun. Rega juga tercatat sebagai pelajar di SMA N 1 Ciamis, sementara Yoga lulusan tahun 2017 dari sekolah yang sama. Mereka berdua yang sudah bersama-sama berlatih sejak kecil telah melewati berbagai kompetisi. Sebut saja Rega dan Yoga pernah bermain di Liga Soeratin bersama Tim Galuh FC, Liga Fossbi U 17 bersama Tim Ciamis Junior, Liga Korem bersama Tim Kodim 0613, Liga Pencab Ciamis bersama Ciamis FC, Liga Pelajar Jabar bersama Popwilda Ciamis, Liga Jambore Jabar bersama Tim SSB Buldozer, dan bermain melawan Tim Persib Bandung pun pernah dilaluinya.

Ketika ditanya mengenai latihan yang diterapkan pada Yoga dan Rega, Couch Andri menjelaskan jika dirinya berusaha melatih mereka dan mengisi pikiran mereka dengan latihan sepakbola modern. Menurutnya, sepakbola modern memiliki 3 moment penting yaitu menyerang, transisi, dan bertahan. Ketiga hal itu harus dipahami dan dilakukan di lapangan. Couch Andri memberi contoh Timnas Jerman yang memainkan sepakbola modern dari mulai build up serangan dari belakang ke tengah sampai ke depan dan ketika kalah bola mereka cepat lakukan smart pressing atau langsung press build up di depan.

“Selalu saya tekankan kepada mereka, kamu harus berani dan percaya diri dengan kemampuan diri sendiri karena yang bisa merubah segalanya menjadi lebih baik hanya dirimu sendiri” Imbuh pelatih kelahiran Jakarta, 19 Maret 1974 ini.

Couch Andri juga berpesan bagi pemain muda agar terus berlatih dan jangan cepat puas, terus berusaha untuk menjadi yang terbaik. “Bagi Yoga dan Rega ini baru awal perjalanan dan masih butuh banyak perjuangan dan pengorbanan, mudah mudahan mereka bisa menjadi yang terbaik” imbuhnya.

Selamat untuk Yoga dan Rega, Ciamis menunggu permainan apik kalian di salah satu tim yang lolos ke Liga 1 tahun 2017, PSIS Semarang.

(Galuh ID/ K. Putu Latief)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.