Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kecamatan Lakbok adalah wilayah di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa barat bagian timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Lakbok memiliki 10 desa dan memiliki banyak kesenian trdisional baik kesenian tradisional Sunda maupun kesenian tradisional Jawa, mengingat masyarakatnya yang multikultur tersebut, maka kesenian tradisionalnya juga sangat beragam, diantaranya Seni Degung, Kuda Lumping, Calung, Ketoprak dan lain-lain. Dari semua kesenian yang ada di daerah Lakbok belum ada kesenian yang benar-benar asli dari Lakbok, kebanyakan merupakan akulturasi budaya dengan budaya dari luar Lakbok.

Seni budaya tradisional merupakan warisan bangsa yang harus dilestarikan dan dikembangkan oleh semua lapisan masyarakat. Kesenian tradisional tidak dapat dikenal, dilestarikan dan dikembangkan di semua lapisan masyarat jika tidak ada penataan dan pembenahan terutama penataan di dalam tubuh penyelenggara kesenian tradisional tersebut, salah satunya dalam hal pengadaan sarana prasarana kesenian serta pembinaan penyelenggaraan. Penataan tersebut tidak dapat terlaksana tanpa dukungan serta bantuan dari semua pihak yang terkait, salah satunya pemerintah setempat, baik Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Hal ini penting, mengingat kesenian tradisional bisa menjadi ikon suatu daerah untuk lebih dikenal oleh dunia luar, seperti Reog Dongkol (Banjar Patroman), Bebegig Sukamantri (Kecamatan Sukamantri), Kuda Bajil ( Kecamatan Panjalu) dan lain-lain.

Daerah Lakbok belum memiliki kesenian asli Lakbok. Berawal dari keprihatinan tersebut dan rasa cinta kepada tanah kelahiran, maka Petugas Pengelola Kebudayaan UPTD Pendidikan dan Kebudayaan, Nurul Hidayat, bersama Ki Dalang Dian Herdiana dan rekan-rekannya dari Sanggar Seni Hasta Kencana (Puloerang), Sanggar Seni Putra Budaya Sari pimpinan Ki Dalang Dian Herdiansyah (Rancakole-Banjar) dan Karang Taruna Desa Sukanegara Kecamatan Lakbok mencoba membuat sebuah Seni Tradisional yang dilatar-belakangi dari topomini atau asal usul Lakbok, dengan Naskah Kidung Lakbok dari Aki Ranadjangga dan Ma’lim anu nitis ka Buja Putih serta divisualisasikan dalam bentuk Wayang yang terbuat dari Jerami, wayang tersebut diberi nama “Wayang Kila”. Kenapa Jerami? Karena wilayah Kecamatan Lakbok termasuk Lumbung Padi Kabupaten Ciamis dan hampir wilayahnya dikelilingi oleh pesawahan.

Wayang Kila ini mempunyai dua pertunjukan, yaitu sebagai pembuka acara-acara sakral dan untuk acara pagelaran sebagai pengiring atau arak-arakan.

Wayang Kila untuk Pembuka Acara-acara sakral memiliki beberapa unsur, yaitu :
1. Wayang terbuat dari Jerami,
2. Dalang yang memainkan wayang tersebut mengiringinya dengan Kidung Lakbok,
3. Barongan Hewan yang ada hubungannya dengan sawah dan terbuat dari Jerami,
4. musik pengiringnya menggunakan Kokoplak, Bangbaraan, Kendang Apung dan suara dari para pemain yang akrab disebut Ngabeluk dan Kawih.

Sementara itu, Wayang Kila untuk acara Helaran (arak-arakan) memiliki unsur tidak jauh beda dengan yang digunakan untuk acara-acara sakral. Atas dasar tersebut di atas, diharapkan setiap pihak ikut mendukung dan membantu demi terealisasinya kesenian Wayang Kila, sehingga menjadi kesenian asli dari daerah Lakbok dan menjadi ikon Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Sumber: Nurul Hidayat

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.