Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Silvio Berlusconi, presiden AC Milan sadar betul jika sepak bola bagi rakyat Italia adalah agama baru yang dipuja dengan kefanatikan yang tidak masuk akal. Tangan dinginnya dalam mengelola AC Milan membuat Berlusconi terkenal di seluruh daratan Eropa. Hal ini dimanfaatkan dengan cerdas oleh Berlusconi untuk memperoleh kekuasaan, popularitasnya telah mengantarkan Berlusconi ke kursi Perdana Menteri Italia lengkap dengan berbagai kontroversi yang mengiringinya.

Lain Italia, lain pula Indonesia. Edy Rahmayadi, Ketua PSSI mengambil cuti dari tugasnya sebagai ketua untuk mengikuti PILKADA Sumatera Utara. PSMS Medan, klub kebanggaan warga Sumatera Utara tersebut sukses naik ke Liga 1 setelah bertahun-tahun terjerembab di Liga 2 Indonesia. Beberapa baliho dengan terang-terangan dan sedikit vulgar mengaitkan kesuksesan tersebut dengan ketua PSSI, Edy Rahmayadi. Belakangan diketahui Edy Rahmayadi merupakan pemilik saham mayoritas PSMS Medan, setelah sebelumnya lebih dikenal sebagai Dewan Pembina klub yang berjuluk Ayam Kinantan tersebut.

Bagaimana dengan Ciamis? Herdiat Sunarya, mantan Sekda Kabupaten Ciamis yang lebih dikenal warga Ciamis sebagai manajer PSGC Ciamis, tim kebanggaan warga Ciamis ini, menjadi salah satu kontestan PILKADA Ciamis. Kepopuleran Herdiat nyaris seperti mitos. Usahanya dalam memajukan dunia sepak bola Ciamis banyak diceritakan di berbagai media jauh-jauh hari sebelum Herdiat mencalonkan diri sebagai calon bupati Ciamis.

Aroma politik mulai tercium di Stadion Galuh Ciamis ketika sebuah spanduk terbentang dengan vulgar di Tribun Utara, ‘We love Herdiat Sunarya’ demikian isi spanduk yang disebarkan oleh Herdiat Lover. Bahkan, sebuah tim sepak bola berjuluk Helo FC dibentuk, agendanya bermain dari satu lapangan desa ke lapangan desa yang lain dengan sisipan sosialisasi tentang sang manajer. Tur sepak bola tersebut juga memboyong tim PSGC Ciamis yang memang sudah dikenal baik oleh warga Kabupaten Ciamis.

PSGC Ciamis, klub yang sekarang terjerembab di Liga 3 Indonesia ini memiliki banyak suporter. Hal ini juga yang mendongkrak kepopuleran Herdiat. Sebagai contoh, Galuh ID menemui seorang ibu bersama anaknya yang setia menonton PSGC Ciamis di Tribun Trimur Stadion Galuh Ciamis. Ketika pertandingan berakhir, para pemain dan official PSGC termasuk sang manajer berbaris mendekati suporter yang disambut nyanyian syahdu dari Balad Galuh, salah satu komunitas suporter PSGC, yang mencengangkan si ibu dan anaknya berteriak histeris memanggil ‘si bapak’.

Seperti itulah gambaran kepopuleran Herdiat, beliau adalah selebritis yang dihormati karena dedikasinya terhadap sepak bola Ciamis. Ia bersama Heri Rafni Kotari, mantan pemain sepak bola yang bermain untuk PSGC, Bandung Raya dan Persib Bandung ini telah menjadikan Ciamis sebagai barometer kesuksesan sepak bola di Priangan Timur.

Namun, benarkah Herdiat menggunakan PSGC Ciamis sebagai kendaraan politik untuk maju Pilkada Ciamis? Galuh ID menanyakan langsung hal itu pada Herdiat Sunarya di sela-sela Seleksi Pemain PSGC di Stadion Galuh Ciamis.

Dengan tegas Herdiat membantah hal tersebut, menurutnya, sebelum Herdiat mendeklarasikan diri sebagai Calon Bupati Ciamis, Herdiat sudah terlebih dahulu mengurus PSGC, “sekarang Akang tanya dulu, lebih dulu Akang mengurus PSGC atau maju Pilkada? Tahun 2008 Pilkada, Akang sudah mengurus PSGC, tapi tidak maju Pilkada, begitupun tahun 2013 Pilkada, Akang masih mengurus PSGC. Baru sekarang Akang benar-benar maju sebagai Calon Bupati Ciamis, atas dasar kecintaan pada daerah dan ingin memajukan daerah.”

Lebih lanjut Herdiat menambahkan jika bukan hanya sepak bola yang ingin dia majukan, tapi juga olahraga lainnya. Sebagai contoh, Herdiat menunjukkan Gelanggang Olahraga Atletik Ciung Wanara bertaraf internasional yang sedang dibangun atas inisiatif beliau. Menurutnya, dalam satu cabang olahraga atletik bisa menghasilkan beberapa medali, berbeda dengan sepak bola, walaupun pemainnya banyak tapi di olimpiade cuma dapat satu medali. Selain itu, banyak atlet-atlet atletik bertalenta putra daerah Ciamis yang membutuhkan fasilitas lebih.

Galuh ID menanyakan kembali perihal peran suporter dalam mendongkrak kepopuleran beliau. Lagi-lagi Herdiat menjawab jika suporter PSGC banyak berperan dalam karier politiknya, tetapi bukan hanya suporter, Herdiat juga berusaha meraih suara dari berbagai komunitas lainnya.

“Begini, kalau mengurus sesuatu itu harus cinta dulu, misalnya Si Eneng suka sepak bola disuruh mengurus Gulat atau Tinju, ya nggak bakalan bisa fokus, karena nggak cinta tadi. Akang ingin memajukan Ciamis, karena Akang cinta Ciamis, tidak ingin Ciamis begini-begini saja. Akang profesional kok, bisa memisahkan politik dan sepak bola. Bagi Akang mengurus PSGC itu adalah hal yang paling menenangkan dan benar-benar dari hati. Nggak mikir untung rugi, sudah gila sama bola,” pungkasnya.

Jadi, benarkah PSGC Ciamis dijadikan kendaraan politik oleh Herdiat? Anda, Pembaca Galuh ID silahkan menilai sendiri.

(K Putu Latief/GaluhID)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
 
 
"menulis untuk kebahagiaan dan mengedit untuk kepuasan"