Sudah jadi rahasia umum jika pemilihan umum dalam bentuk apapun selalu melibatkan politik uang. Setelah Panwas Kabupaten Ciamis melarang bagi-bagi takjil yang dilakukan oleh relawan paslon bupati dan wakil bupati Ciamis, Panwas juga melarang Paslon untuk membagikan THR dalam bentuk apapun.

Terkait bagi-bagi takjil, K.H Nonop Hanapi yang menyebutnya dengan takjil politik, mengatakan, "karena sangat sulit orang menjatuhkan pilihan hanya karena dibagi takjill, Bawaslu jangan terlalu kaku."

Mendekati pelaksanaan PILKADA Ciamis tanggal 27 Juni 2018, masing-masing paslon mewaspadai adanya serangan fajar, yaitu pemberian materi sebelum pelaksanaan PILKADA dengan tujuan mempengaruhi pemilih agar mencoblos paslon yang memberi materi tersebut. Terkait hal ini secara khusus Paslon Nomor 1, Herdiat Sunarya mengatakan, "kami sediakan satu juta rupiah untuk mereka yang bisa melaporkan serangan fajar dari pihak lawan, lengkap dengan bukti-buktinya kepada Panwas." Ungkapnya.

(K.P.Latief) Galuh ID

 
 
"menulis untuk kebahagiaan dan mengedit untuk kepuasan"

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini