CIAMIS- Hamim (40) merayakan lebaran tahun ini bersama istrinya Yuyun (30) dan kedua anak laki-lakinya, Dikri (11) dan  Aska (6) di kampung halamannya di Dusun Sukamaju RT 17 RW 02 Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Hamim dan keluarganya merantau ke Pangkal Pinang-Bangka Belitung, di sana Hamim dan Yuyun sehari-hari menjalani kehidupan sebagai pedagang.

Sebagai warga perantauan, Hamim tak bisa pulang setiap saat ke kampung halamannya mengingat jarak antara Pangkal Pinang - Ciamis yang tidaklah pendek dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tapi kerinduan pada kampung halaman membuat Hamim dan keluarganya selalu berusaha mudik setiap lebaran tiba. Bertemu dan melepaskan rindu bersama saudara dan handai taulan merupakan tujuan utama siapapun mereka yang rela menempuh perjalanan jauh dan bermacet-macetan di jalan untuk kembali ke kampung halaman. Kerinduan pada tempat asal membuat siapapun mempunyai energi lebih untuk menghadapi rintangan-rintangan yang dilalui selama perjalanan pulang kampung tersebut.

Kamis (21/06/2018) pukul 20.00 WIB, Hamim bersama istri dan keluarganya berada di pinggir jalan raya Pamarican-Pangandaran untuk mengantar saudara mereka yang akan kembali ke kota. Jalanan menuju Kawasan Pangandaran di musim Lebaran adalah mimpi buruk bagi pejalan kaki, padatnya kendaraan membuat mereka yang ingin menyeberang harus berhati-hati. Begitupun dengan Hamim yang saat itu membantu saudaranya menyeberang jalan. Mereka kemudian bersalaman sambil saling mengucapkan do'a untuk kesuksesan mereka di kota perantauan. Usai bersalaman dan berpamitan tidak satupun dari saudara yang diantar Hamim tersebut yang menyangka jika salaman mereka ketika berpamitan itu adalah salaman terakhir.

SUD, warga Cihideung, Kota Tasikmalaya kelahiran 9 Oktober 1955 pada malam nahas itu menyupiri dan memacu bus jurusan Pangandaran-Cikarang dengan laju sedang, ditemani sang kondektur SUT, warga kelahiran Ciamis tahun 1970 dan beralamat di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Bus dengan nopol Z 7987 yang disupiri SUD tiba di jalan yang dikenal dengan sebutan Belokan Gagayunan, Desa Sukamaju, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis pada pukul 20.15. Jalan dengan belokan tanggung tersebut memang dikenal rawan kecelakaan. Termasuk kecelakaan yang melibatkan SUD yang ketika melewati Belokan Gugayunan tak siap saat sebuah sepeda motor berusaha menyalip, sementara di depannya terdapat mini bus. Spontan SUD berusaha menghindari tabrakan beruntun dengan sepeda motor, SUD membanting setir ke arah kiri, menurut pengakuan SUD dan beberapa penumpang bis yang duduk di bagian depan, kondisi jalan yang gelap dan tanpa penerangan membuat mereka tidak bisa melihat Hamim, Yuyun dan kedua anak laki-lakinya yang berdiri di pinggir jalan seusai mengantar saudaranya yang akan kembali merantau ke kota.

Bus kemudian menabrak bahu jalan, meruntuhkan pohon yang ada di depannya, bus yang oleng menabrak Hamim dan keluarganya,  mereka tertindih badan bus dan terjepit di roda bagian belakang yang mengakibatkan korban terseret beberapa meter sebelum akhirnya bus berhenti setelah terjerumus ke selokan di sisi jalan dekat rumah korban. Hamim dan keluarganya yang terjepit oleh bus tersebut meninggal seketika. Keberadaan Hamim dan keluarganya yang terjepit di roda belakang bus baru diketahui oleh SUD dan penumpang Bus ketika mereka memeriksa sekeliling bus, awalnya mereka menyangka jika bus yang mereka tumpangi hanya menabrak pohon dan tersungkur ke selokan.

Hamim dan keluarganya dievakuasi selama beberapa jam setelah kecelakaan, sebelum akhirnya pada pukul 22.00 bus diderek dan merekamerek dikeluarkan dari jepitan bus. Setelah lepas dari jepitan bus, keempatnya dibawa ke RSUD Banjar. Selama proses evakuasi di jalan sekitar kecelakaan diberlakukan buka tutup jalan dari dua arah yang mengakibatkan jalan mengalami kemacetan selama beberapa jam.

(Yanyan Iskandar - K. Putu Latief) Galuh ID

 
 
"menulis untuk kebahagiaan dan mengedit untuk kepuasan"

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini