Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Galuh ID – Pertama kali Noorman Subagja, gitaris Meatball menunjukkan lagu Gadis Binal, ingatan saya langsung tertuju ke Jamrud pada masa kejayaannya. Bagi Anda yang melewati masa kanak-kanak atau masa remaja dengan mendengarkan musik mainstream di televisi pada tahun 1990-an pasti hafal betul dengan Jamrud. Band rock yang digawangi Krisyanto ini memiliki ciri khas lirik lagunya yang to the point dan vulgar.

Pada masa itu sensor belum seketat sekarang, paling hanya kata makian dalam bahasa Inggris di lagu Surti Tejo yang disensor, hingga tak terdengar di video klip yang diputar di televisi. Salah satu lagu Jamrud yang membekas di ingatan saya adalah lagu ‘Telat Tiga Bulan’. Anda bisa bernostalgia dengan lagu ini di kanal Youtube.

Begitupun dengan single terbaru dari Meatball, band rock gaek asal Ciamis yang diberi tajuk ‘Gadis Binal’ ini, liriknya sungguh menggelitik, tapi anehnya saya yang notabene wanita justru merasa tersanjung jika dinyanyikan lagu ini. Aneh memang, alih-alih geram dikatain binal, saya justru merasa sedang dirayu habis-habisan oleh lengkingan suara Ari, sang vokalis.

Ari, Vokalis Meatball di Panggung Amal Ciamis Peduli Palu dan Donggala, Minggu (6/10/2018).

BACA JUGA!

Lama aku menatapmu…menatap merah pipimu…hei kau manis berkata manja, akulah yang kau inginkan…akuu ingin bersamamu lewati malam denganmu, hei kau gadis binal gayamu sungguh nakal, kau gadis binal…kau sungguh liar…

Iya, liriknya memang seperti itu, tapi Kamu dengerin deh musiknya, tuh kan berasa sedang dirayu-rayu kan?

Tadi malam (6/10/2019) saya berkesempatan mendengarkan langsung lagu ini di Panggung Amal Peduli Palu dan Donggala yang diselenggarakan oleh Polres Ciamis bersama seniman dan relawan Ciamis di Alun-alun Ciamis. Selepas Highway To Hell-nya AC/DC Gadis Binal dibawakan dengan apik oleh Meatball, persis seperti yang sering saya tonton di youtube, walau sekali-kali ada nada yang terpeleset, tapi semuanya tertutupi dengan lengkingan suara Ari yang malam itu memakai t-shirt dari band favoritnya, Led Zeppelin.

Mink dan Noorman pada gitar di Panggung Amal Ciamis Peduli Palu dan Donggala.

“Kurang latihan,” begitu Noorman woro-woro di status Facebooknya. Hal ini wajar saja mengingat personil band ini bermain musik untuk kesenangan. Tak ada target muluk-muluk selain hanya bermain musik dan menikmatinya.

Saya selalu senang melihat Yudi Panji memetik bass, Mink yang rambutnya ‘rancung’ mengalihkan saya dari beberapa petikan gitarnya yang sedikit meleset, atau Riki Nelson penggebuk drum Meatball, sang junior yang rela menempuh Banjar-Ciamis hanya untuk bertemu, kongkow dan bermain musik bersama para seniornya.

Yudi Panji salah satu musisi senior Ciamis, pemetik bass Meatball.

Mereka yang baru pertama kali menonton Meatball pun sedikitnya akan jatuh cinta pada permainan mereka. Hal ini ditandai dengan tepuk tangan riuh ketika mereka selesai memainkan Gadis Binal di Panggung Amal tadi malam, padahal ketika mereka naik panggung, saya pikir cuma saya yang tepuk tangan.

Sialnya lagi saya -si anak baru Ciamis- pernah percaya ketika Ari, sang vokalis bilang Meatball tidakk punya fans. Fans hardcore mungkin belum ada, tapi mereka yang akrab dengan musik Ciamis atau mereka anak gaul di era Meatball main bareng Godbless dan Noorman berduet bermain gitar bersama /riff mengaku tahu Meatball.

Salah satunya Triana Megandara, pria gaul yang akrab dipanggil Kuntrink ini termasuk orang yang tidak percaya ketika saya bilang Meatball tidak punya fans, “mereka itu band tua, udah lama pisan manggung, anak-anak musik Ciamis mah tahu,” begitu Kuntrink bilang.

Riki Nelson dikenal juga sebagai Riki Eyot, penggebuk drum Meatball.

Mohon maaf curhatan ini jadi kesana kemari, ya namanya juga curhat, please ya. Terima kasih lho Bapak Kapolres sudah membuat Panggung Amal semeriah ini. Tanpa mengurangi tujuan acaranya sendiri, saya sungguh menikmatinya.

(K. Putu Latief)

Kanal Curhat Editor adalah arena menulis editor Galuh ID, K. Putu Latief untuk mencurahkan segala uneg-unegnya tentang PSGC dan Ciamis. Editor yang akrab dipanggil Ndu ini juga dikenal sebagai pegiat Wanoja Galuh. Anda mau curhat juga? Galuh Id menyediakan Kanal Saur Anjeun, silakan kirim tulisan Anda ke email ndu@galuh.id atau jika web Galuh Id sedang maintenance tulisan bisa dikirim langsung via WA 085320993883.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
 
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Mohon masukan komentar anda!
Masukan nama anda disini