Senin, 18 Oktober 2021 | 23:31
Senin, 18 Oktober 2021
More
    BJB

    Camat di Ciamis Diminta Sediakan Tempat Isolasi Terpusat

    Oleh :

    Berita Ciamis, galuh.id – Saat kasus Covid-19 di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat melonjak, Camat diminta menyediakan tempat isolasi terpusat.

    Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menilai pelaksanaan isolasi mandiri di tingkat Desa sampai tingkat RT/RW tidak efektif. Hal itu terlihat dari lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Ciamis, yang terus terjadi. Karena itu, Herdiat memerintahkan camat menyediakan tempat isolasi terpusat di setiap kecamatan.

    “Setelah dilihat dari berbagai sudut pandang, ternyata isoman (isolasi mandiri) di tingkat Desa kurang efektif, baik dari pengawasan, pengendalian, maupun dari segi bantuan,” ujar Herdiat dalam rapat koordinasi penanganan Covid-19 bertempat di Aula Sekretariat Daerah Ciamis, Kamis (22/07/2021).

    Meskipun pemerintah pusat menginstruksikan harus ada tempat isolasi di tingkat desa sampai RT, namun kenyataannya kurang efektif. Hal ini, lanjut Herdiat lantaran tidak ada petugas yang khusus mengawasi warga yang sedang isoman.

    Untuk mengadakan tempat isolasi di tingkat Kecamatan, Bupati Ciamis menyarankan para Camat untuk merangkul donatur maupun tokoh masyarakat. Nantinya, mereka dilibatkan dalam kepengurusan tempat isolasi di kecamatan.

    “Selain biaya dari APBD, coba ketuk hati para agniya, pengusaha hingga tokoh masyarakat. Lalu bentuk organisasi relawan, pengurusnya bisa dari masyarakat,” jelasnya.

    Menurut Herdiat, jika masyarakat merespon dengan baik, maka meskipun tanpa APBD tempat isolasi terpusat di setiap kecamatan bisa berjalan.

    “Yakinkan para agniya bahwa upaya yang dilakukan ini untuk menolong sesama,” tambahnya.

    Herdiat menambahkan untuk tempat isolasi terpusat di tingkat kecamatan, maka bisa memanfaatkan sekolah hingga gedung pemerintah yang layak.

    “Saat ini sekolah juga tidak sedang dipakai, pembelajaran lewat daring. Maka bisa memanfaatkan sekolah dan gedung pemerintahan yang representatif untuk tempat isolasi terpusat,” katanya.

    Sementara untuk tempat tidur pasien maka bisa meminjam dari Puskesmas ataupun Pustu. Bisa juga berasal dari masyarakat.

    Dengan tambahan tempat tidur tersebut, Herdiat berharap di tiap kecamatan tersedia 20 sampai 30 tempat tidur. 

    “Tempat isolasi terpusat tersebut hanya untuk pasien yang terkonfirmasi positif dengan gejala ringan,” tegasnya. (GaluhID)

    Loading...

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    286PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan