oleh

Ketua Umum Panitia Pembangunan Mesjid Besar Banjarsari Ciamis Mundur

 
 

Banjarsari, galuh.id – Panitia pembangunan mesjid besar Al-Qausain menggelar diskusi dan evaluasi, Rabu (20/11/2019). Namun, evaluasi tersebut diakhiri dengan mundurnya ketua umum panitia pembangunan Mesjid Besar Banjarsari, KH Drs M Cholil Haidar.

Diskusi dan evaluasi tersebut dihadiri oleh Sekmat Banjarsari, Kapolsek Banjarsari, dan Danramil Banjarsari yang diwakili oleh Serka Marjan.

Setiap peserta diskusi memberikan pandangannya terkait pembangunan masjid yang mangkrak bertahun-tahun.

Diskusi ini juga membahas permasalahan terkait tersendatnya pembangunan Mesjid Besar Al-Qadusain serta menindaklanjuti kunjungan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum beberapa bulan lalu.

Diskusi yang berjalan alot dan diwarnai adu mulut itu, malah berujung dengan pengunduran diri ketua umum panitia pembangunan Mesjid Besar Banjarsari, KH Drs M Cholil Haidar.

H Ramli, panitia 3 bidang pembangunan mengungkapkan, pembangunan mesjid baru sampai tahap pondasi.

“Besi pondasi yang belum dicor saat ini menjadi berkarat, lama-lama besi bisa lapuk dan tidak bisa dipakai,” ungkap H Ramli

H Ramli juga menyoroti masalah keuangan, dimana bendahara tidak mencantumkan laporan pembuatan direksi keet, yakni tempat melakukan pengawasan pekerjaan.

Padahal, tidak tercantumnya laporan pembuatan direksi keet bisa menimbulkan celah ketidakpercayaan masyarakat kepada panitia.

“Ini adalah ruang-ruang kosong dapat dijadikan oleh masyarakat untuk mengkritisi dan membully panitia,” papar H Ramli.

Dia berharap panitia tak perlu anti kritik. Karena kritik menurutnya merupakan alasan untuk selalu intropeksi.

“Kita sebagai panitia apabila ada yang mengkritik jangan panik dan kalau ada yang mencerca jangan murka. Kalau dikritik, ya jadikan kritik itu sebagai dasar kita untuk selalu intropeksi dan kalau dicerca, ya legawa,” tegasnya.

Sementara, humas pembangunan mesjid basar Banjarsari, Heri Graha mengatakan, setiap panitia harus bekerja sesuai dengan tupoksinya masing-masing.

“Dengan bekerja sesuai dengan tupoksinya, maka Insyaalloh pembangunan mesjid ini akan berjalan lancar sesuai dengan rencana,” katanya.

Engkong, seksi keamanan yang juga tokoh masyarakat Banjarsari meminta ada Pergantian kepanitiaan.

“Di mata masyarakat kepanitian saat ini dipandang gagal dalam melaksanakan pembangunan mesjid yang didambakan oleh warga Banjarsari,” ungkapnya.

Sementara ketua umum pembangunan mesjid Besar Al-Qausain KH Drs M Cholil Haidar sebelum berakhir diskusi mengatakan dirinya akan mengundurkan diri sebagai ketua umum pembangunan mesjid Besar Al-Qausain.

Saat ditanya Galuh ID, alasan mengundurkan diri sebagai Ketum pembangunan Mesjid Besar Banjarsai. Dia mengatakan selama lima tahun dirinya menjadi Ketum, hasil progres pembangunan mesjid tidak signifikan.

“Oleh karena itu saya harus mengakui dan menyadari diri, itu karena kelemahan saya sebagai ketua umum. Selain itu untuk penyegaran dalam kepanitian saja dan memberi kesempatan kepada yang lain. Barangkali ada yang lebih mampu memimpin pembangunan mesjid ini. Itu saja tidak ada apa-apa,” jelasnya.

Lebih lanjut Cholil Haidar menjelaskan terkait syarat supaya diambil alih pembangunannya oleh Pempov Jabar, ada konsekuensinya, yakni nama mesjid diubah menjadi Al -Jabar.

Selanjutnya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pertama harus mengupload gambar dan anggaran, kedua harus ada pernyataan hibah tanah Pemda Ciamis ke Pemprov Jabar. Ketiga kepengurusan DKM harus warga Banjarsari.

“Sebelumnya kita (panitia) ingin bertemu dulu dengan Bupati, untuk meminta persetujuan beliau. Kita sudah berusaha sampai tiga kali supaya bisa bertemu dengan pak Bupati sejak bulan September kemarin. Namun sampai hari ini kami belum bisa bertemu dengan beliau. Mungkin tidak mudah begitu saja bisa bertemu dengan pa Bupati. Harapannya kami bisa segera bertemu dengan beliau, agar persyaratan yang diberikan Pemprov Jabar bisa segera terpenuhi,” terangnya..

Pantauan Galuh ID di lokasi pembangunan, lahan seluas 33 x 36 yang akan dijadikan mesjid, kini ditumbuhi rumput sementara pondasi besi yang menjulur ke atas terlihat sudah berkarat. (GaluhID/Uus)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA