Kamis, Juli 25, 2024

Warga Ciamis Korban Gigitan Ular Berbisa Butuh Bantuan

Baca Juga
- Advertisement -

Menurut pria yang akrab dengan sapaan Akong ini, ular Viper Hijau merupakan penyumbang kasus gigitan ular terbanyak di Indonesia.

“Ular ini penyumbang kasus gigitan ular terbanyak. Kalau di Indonesia, kasus gigitan ular 50 persennya akibat ular Viper Hijau ini,” tuturnya.

Efek Gigitan Ular Berbisa Viper Hijau

Akong menerangkan, ular Viper Hijau itu agresif, mudah merasa terganggu, dan kalau sudah terganggu langsung menggigit.

- Advertisement -

Ular yang memiliki nama latin Trimeresurus albolabris ini juga termasuk ular berbisa yang berbahaya.

“Kalau sudah menggigit, bisanya itu disuntikkan lewat taringnya. Tapi tak semua ular yang menggigit itu mengeluarkan bisa, ada juga gigitan kering,” tutur Akong.

“Kalau ularnya kaget terus langsung menggigit, kemungkinan cuma gigitan kering,” sambungnya.

Efek dari gigitan ular Viper Hijau, lanjut Akong, sangat mematikan. Awalnya setelah gigitan akan terjadi pembengkakan, sebagian jaringan berwarna merah gelap.

“Itu sudah pertanda terjadi pendarahan internal di bawah kulit yang tergigit ular. Apabila tidak tertangani dengan baik, bisa fatal. Bahkan bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Akong mengimbau siapapun yang tergigit ular berbisa, apalagi terjadi pembengkakan serta mual dan lemas, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit.

“Jadi ketika tergigit ular berbisa ada bengkak, mual, dan lemas, segera bawa ke rumah sakit agar bisa langsung mendapat penanganan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -
 
 
Berita Terbaru

Bojan Hodak Tak Turunkan Pemain Terbaik Persib Demi Tembus Semifinal Piala Presiden

Galuh.id- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, berbicara tentang strategi rotasi pemain menjelang pertandingan melawan Persis Solo dalam perebutan tiket...

Artikel Terkait