Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
 
 

Yang Tidak Saya Sampaikan Pada Asep M. Tamam di Pelatihan Jurnalistik RTC

Galuh ID – Saya mengikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar di Gedung Radar Tasikmalaya pada Sabtu (24/11/2018). Walaupun sudah menulis untuk Galuh ID tapi banyak hal yang saya merasa perlu banyak belajar, maka pelatihan jurnalistik yang diadakan oleh Radar Training Center (RTC) ini tidak saya lewatkan.

Beberapa pertanyaan yang sering menghantui saya akhirnya saya dapatkan jawabannya melalui pemaparan dari M. Ruslan Hakim, Redaktur Pelaksana Radar Tasikmalaya dan Sandy Abdul Wahab, Asisten Redpel Radar Tasikmalaya. Hanya saja waktu beberapa jam rasanya tidak cukup, ditambah ruangan yang dingin membuat saya terpaksa sejenak meninggalkan Studio Radar TV-tempat pelatihan diadakan- untuk ke kamar kecil.

Dari 5 orang pemateri, Pak Asep M. Tamam yang menarik perhatian saya. Pertama karena saya iri dengan beliau yang bisa menulis hanya tema-tema yang ia sukai. Pak Asep merupakan dosen di sebuah perguruan tinggi di Tasikmalaya, beliau juga menulis artikel di Radar Tasikmalaya. Masa depan yang saya dambakan itu ya seperti Pak Asep ini, membaca dan menulis tema yang Ia sukai.

Sayangnya, waktu yang singkat membuat saya tidak punya kesempatan untuk ‘curhat’ dan bertanya pada beliau. Curhat yang dimaksud adalah kesamaan cerita yang saya punya dengan beliau. Kami sama-sama pelahap buku, beliau bercerita masa kecil yang sulit membuatnya tak bisa banyak membeli buku, sama persis seperti masa kecil saya. Salah satu yang paling saya ingat adalah saya yang senang membaca harus bersabar menunggu lungsuran majalah Bobo dari sepupu yang langganan majalah tersebut.

Zaman saya kecil belum ada yang namanya Taman Baca seperti sekarang. Akibatnya saya pernah terjerumus membaca bacaan karangan Freddy S. dan semacamnya ketika masa-masa awal akil balig.

Sama seperti Pak Asep, ketika sudah bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri, saya sering kalap belanja buku untuk melampiaskan hasrat terpendam sejak kecil tersebut. Kadang kala, buku yang saya beli terkubur lama di lemari. Buku-buku itu harus menunggu dengan sabar untuk dibaca di waktu luang yang saya punya.

Dari hasrat membaca itu saya juga senang menulis. Sama seperti Pak Asep saya melewati masa-masa dimana menyatakan cinta itu cukup via surat. Awal kenal internet saya menulis banyak curhat di buletin friendster. Ketika musim blog saya sempat beberapa kali berganti alamat blog. Penyesalan terbesar saya adalah saya tidak terlalu serius untuk menjadi blogger karena awalnya saya merasa menulis cuma hobi yang dilakukan untuk bersenang-senang, sama seperti orang memancing. Walau begitu, ketika saya mengalami kesulitan keuangan saya melakoni profesi sebagai ghost writer.

Iya, saya senang menulis seperti saya senang membaca. Bagi saya menulis itu menghilangkan stress, apalagi kalau curhat seperti ini. Jadi jika pembaca sekalian merasa susah untuk menulis mulailah dari menulis curhatan, tapi jangan tulisan alay ya. Lalu ketika bermain facebook saya sering menulis status yang panjang, beberapa kali saya diprotes karena tulisan saya yang panjang. Saya sih cuek.

Saya pun punya keterbatasan dalam menulis, misalnya saya tidak senang menulis berita kecelakaan, apalagi kecelakaan lalu lintas. Seringkali apa yang saya tulis tertanam di otak, hingga kalau dibonceng di motor saya bisa sambil merem di belakang driver. Ada bis dari belakang saya benar-benar takut tertabrak.

Saya lebih senang menulis tentang apa yang sudah saya kuasai dengan betul. Misalnya pengalaman saya selama menjadi suporter PSGC, berlagak ala-ala pengamat sepak bola, mengintip kekuatan lawan-lawan PSGC atau menceritakan kesenangan saya away bersama teman-teman dari Balad Galuh.

Suatu hari saya ingin punya kebebasan untuk menulis hanya pada hal-hal yang saya senangi, seperti Pak Asep. Di pelatihan banyak peserta yang mengaku kesulitan untuk menulis, kalau saya boleh memberi tips maka mulailah menulis dari apa yang Anda geluti setiap hari.

Terakhir, saya merasa perlu menyebarkan apa yang dikatakan Pak Tiko Heryanto, wartawan senior Radar, Pak Tiko yang membuat beberapa perempuan peserta pelatihan gemetar ketika bertanya pada beliau ini, menyampaikan tentang fungsi pers untuk meredam kompetisi.

Saya sempat curhat juga pada beliau kalau saya jengah dengan media yang menggoreng isu-isu tidak penting di kompetisi Pilpres. Banyak hal substansial tertutupi dengan berita-berita remeh temeh dari Capres.

Pesan pak Tiko sangat mengena sekali, katanya “jika jengah dengan berita-berita seperti itu mulailah dengan diri sendiri, yaitu dengan tidak menulis hal-hal yang menyerempet atau merendahkan martabat orang lain”. Pesan ini akan saya ingat betul ketika punya hasrat kuat untuk menulis nyinyir di status facebook saya. Terima kasih.*

Kanal Curhat Editor adalah arena menulis editor Galuh IDK. Putu Latief untuk mencurahkan segala uneg-unegnya tentang PSGC dan Ciamis. Editor yang akrab dipanggil Ndu ini juga dikenal sebagai pegiat Wanoja Galuh. Anda mau curhat juga? Galuh ID menyediakan Kanal Saur Anjeun, silakan kirim tulisan Anda ke email [email protected] atau jika web Galuh ID sedang maintenance tulisan bisa dikirim langsung ke WA 085320993883.

Loading...
loading...
K Putu Latief
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.

Artikel Terkait

Malam Mingguan Bersama Ular di Alun-alun Ciamis

Ndu Corner, galuh.id - Saya takut ular. Saya yakin Anda juga? Makanya ketika Komunitas CRC (Community Reptile Ciamis) beberapa kali mengajak saya...

PSGC Ciamis Harus Belajar dari 49ers

Saur Anjeun, galuh.id- Saya memang bukan pecinta sepak bola. Hanya sekedar suka, dan itu biasa saja. Tidak pernah ingin tahu lebih jauh...

Perserang vs PSGC Ciamis: Kita Sudah Kalah, Kita Cuma Ingin Pulang

Ndu Corner – Laga Perserang vs PSGC Ciamis yang berakhir dengan kekalahan 1-0 di Stadion Maulana Yusuf, Jum’at (19/7/2019) kemarin jadi laga...

Temukan Kami

49,398FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Lainnya

Waspada, di Ciamis Tersebar Puluhan Sapi Tidak Layak Kurban

Ciamis, galuh.id - Satu minggu melakukan pemeriksaan hewan kurban, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis menemukan puluhan sapi tidak layak potong. Pemeriksaan...

Jalin Silaturahmi, Viking Galuh dan Balad Galuh Tanding Sepak Bola

Sudah bukan rahasia umum jika persaingan dan permusuhan antar suporter menjadi bagian dari dunia sepak bola Indonesia. Acapkali terdengar tawuran antar suporter yang dipicu...

Iwan Bule Masih Optimis Indonesia Lolos ke Semifinal Sea Games 2019

Berita Olahraga, galuh.id - Timnas Indonesia U-22 dari cabang olahraga sepakbola baru saja menelan kekalahan dari Vietnam dalam laga ketiga babak penyisihan...

Gebrakan Iwan Bule: Pecat Pelatih Timas Simon McMenemy

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI memutuskan memberhentikan Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia. Keputusan ini berdasarkan hasil rapat Exco, Selasa (5/11/2019) malam.

Anggota Gibas Ciamis Dianiaya Oknum Geng Motor

Mapolres Ciamis, galuh.id - Anggota Gibas Ciamis dianiaya oknum geng motor Minggu dini hari (3/2/2019). Jujun (22), korban yang merupakan anggota Gibas  sektor kecamatan...