Selasa, Februari 17, 2026

Air Banjir Mulai Surut, Penanganan Tanggul Citalahab Ciamis Jadi Prioritas

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Air banjir di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, mulai surut setelah sebelumnya merendam ratusan rumah dan lahan pertanian akibat jebolnya tanggul Sungai Citalahab. Saat ini, penanganan tanggul Citalahab menjadi prioritas utama untuk mencegah banjir susulan.

Banjir Ciamis tersebut terjadi dua kali dalam sepekan, dipicu hujan berintensitas tinggi di wilayah hulu Sungai Citalahab.

Banjir Ciamis Akibat Tanggul Sungai Citalahab Jebol

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa banjir pertama terjadi pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu sungai menyebabkan peningkatan debit air secara signifikan.

Akibatnya, tanggul Sungai Citalahab di Desa Sukahurip jebol dan air meluap ke permukiman warga serta area pesawahan.

- Advertisement -

Banjir susulan kembali terjadi pada 16 Februari 2026 pukul 16.00 WIB. Tanggul yang sebelumnya telah dilakukan penanganan sementara kembali jebol dan merendam Desa Bangunsari serta Desa Sukahurip.

“Aliran Sungai Citalahab kembali meluap dan menjebol tanggul yang sedang dilakukan penanganan sementara,” ujar Ani Supiani, Selasa (17/02/2026).

Ratusan Rumah dan Ratusan Hektare Sawah Terdampak

Di Desa Bangunsari, khususnya Dusun Kubangpari:

  • 260 rumah terdampak

    - Advertisement -
  • 282 kepala keluarga

  • 831 jiwa terdampak

  • Tinggi muka air mencapai ±1 meter

  • Sekitar 200 hektare sawah usia tanam 80 hari terendam

Sebanyak 164 warga sempat mengungsi ke Masjid Nurul Hak dan Diniyah Al Ma’arif. Namun, sekitar pukul 23.00 WIB sebagian besar warga telah kembali ke rumah setelah air mulai surut.

Sementara itu di Desa Sukahurip:

  • 34 rumah terdampak di Dusun Sambungjaya

  • 35 rumah terendam di Dusun Kertajaya

  • Tanggul jebol sepanjang 18 meter dengan tinggi 6 meter

  • 30 hektare sawah gagal tanam

  • 5 hektare kolam dan kebun terdampak

  • Akses jalan penghubung Bangunsari–Sukahurip terganggu

Tidak Ada Korban Jiwa, Pembersihan Terus Dilakukan

BPBD Ciamis memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian banjir ini.

Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Damkar, Tagana, aparat desa, dan relawan saat ini masih melakukan pembersihan rumah warga terdampak serta pendataan kerusakan.

Bupati Ciamis bersama Dinas Sosial juga telah menyalurkan bantuan logistik kedaruratan bagi warga.

Penanganan Tanggul Citalahab Jadi Prioritas Utama

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy telah menurunkan alat berat untuk melakukan penutupan darurat tanggul Sungai Citalahab yang jebol.

Perbaikan dan pembangunan kembali tanggul Citalahab kini menjadi prioritas guna mencegah banjir susulan apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah hulu sungai.

Langkah percepatan penanganan tanggul dinilai penting untuk melindungi permukiman serta ratusan hektare lahan pertanian warga Kecamatan Pamarican dari risiko banjir berulang. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terbaru

Bupati Ciamis: Banjir di Pamarican Harus Segera Ditangani

Ciamis, galuh.id – Bupati Herdiat Sunarya meninjau langsung lokasi banjir di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (17/2/2026). Banjir yang menerjang...

Artikel Terkait

Eksplorasi konten lain dari Galuh.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca