Ciamis, galuh.id – Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, membuktikan bahwa tata kelola pemerintahan yang efektif tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran.
Hal tersebut tercermin dalam tahapan verifikasi lapangan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat secara langsung oleh dewan juri provinsi melalui kunjungan mendadak ke lingkungan masyarakat, Sabtu (13/12/2025).
Tahapan verifikasi lapangan ini menjadi fase krusial sekaligus penentu juara utama. Setelah sebelumnya Sindangrasa berhasil menembus lima besar desa/kelurahan terbaik se-Jabar dan lolos ke tahap final sebagai wakil Kabupaten Ciamis.
Lurah Sindangrasa, Derry I.A.Y., S.STP., M.M., menjelaskan bahwa verifikasi lapangan bertujuan menyinkronkan pemaparan program yang telah di sampaikan di tingkat provinsi dengan kondisi riil di masyarakat.
“Sebelumnya kami telah memaparkan program unggulan, inovasi, dan sinergitas lintas sektor. Kunjungan ini menjadi pembuktian langsung di lapangan dan melakukan secara silent tanpa pemberitahuan,” ujar Derry.
Dalam proses verifikasi, dewan juri meninjau sejumlah titik, di antaranya RW 9 dan RW 13, serta berdialog langsung dengan warga tanpa pengkondisian.
Penilaian di lakukan tanpa jamuan maupun acara seremonial, murni melalui observasi dan interaksi langsung dengan masyarakat.
Anggaran Sindangrasa, Budaya Gotong Royong
Menurut Derry, metode tersebut justru memperlihatkan keberhasilan program yang telah berjalan.
“Alhamdulillah, tanpa setting warga mampu menjelaskan dan menunjukkan langsung kegiatan di lingkungannya. Artinya, program yang kami jalankan benar-benar terasa manfaatnya,” ungkapnya.
Salah satu nilai yang paling menonjol dalam penilaian adalah budaya gotong royong. Saat dewan juri mengunjungi RW 9, warga secara spontan melakukan kegiatan kebersihan lingkungan tanpa arahan dari aparat kelurahan.
“Gotong royong adalah kekuatan utama Sindangrasa. Kesadaran ini tumbuh alami dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” kata Derry.
RW 9 juga memiliki program kemasyarakatan yang lengkap dan berkelanjutan. Mulai dari Kampung KB, Posyandu, PAUD, Bank Sampah, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT).
Bank Sampah dan KWT bahkan tercatat pernah meraih prestasi di tingkat provinsi serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Sementara itu, RW 13 menonjol pada sektor layanan kesehatan. Posyandu setempat telah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Secara keseluruhan, Kelurahan Sindangrasa memiliki 14 Posyandu aktif, termasuk Posyandu yang bersinergi dengan Polri.
Dalam penanganan stunting, Kelurahan Sindangrasa mengedepankan pendekatan berbasis gotong royong keluarga.
Pendekatan ini efektif karena mampu menurunkan angka stunting secara signifikan, dari 11 kasus menjadi 6 kasus.
Tahapan Penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga
Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang dinilai oleh dewan juri provinsi.
Sebelumnya, Kelurahan Sindangrasa juga menyita perhatian publik saat tahapan pemaparan Anugerah Gapura Sri Baduga di Bale Asri Pusdai Jabar Kota Bandung, Selasa–Rabu (25–26 November 2025).
Momen tersebut viral setelah Prof. Fernandes Simangunsong menanyakan besaran anggaran kelurahan yang dikelola. Dan terungkap bahwa Kelurahan Sindangrasa hanya memiliki anggaran sekitar Rp238 juta untuk 13 RW.
Jawaban tersebut membuat Fernandes terkejut dan secara spontan memeluk Lurah Sindangrasa sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pemerintahan kelurahan yang dinilai mampu berprestasi di tengah keterbatasan anggaran.
Anugerah Gapura Sri Baduga merupakan ajang penilaian kinerja desa dan kelurahan tingkat Provinsi Jabar. Bertujuan menggali potensi riil, mendorong kinerja aparatur, serta mengapresiasi desa dan kelurahan berkinerja unggul.
Tahapan penilaian meliputi seleksi administrasi, pemaparan inovasi, hingga verifikasi lapangan bagi tiga besar finalis.
Adapun stimulus yang diberikan kepada pemenang berdasarkan informasi dari DPMDesa Jawa Barat. Yakni Juara I sebesar Rp9 miliar, Juara II Rp7 miliar, dan Juara III Rp6 miliar.
Dengan lolosnya Kelurahan Sindangrasa ke tahap final, Derry menegaskan bahwa hal tersebut menjadi bukti praktik pemerintahan kelurahan yang inovatif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Menang atau kalah bukan tujuan utama. Hasil kami serahkan kepada Allah SWT. Yang terpenting, program-program ini terus berjalan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
