Ciamis, galuh.id — Pemerintah Kabupaten Ciamis mulai bersiap menyambut gelombang pemudik dengan menetapkan status siaga Mudik Lebaran 2026.
Sebagai titik strategis perlintasan jalur nasional sekaligus menuju sejumlah destinasi wisata, Dinas Perhubungan Ciamis resmi menggelar Operasi Transportasi Lebaran selama 15 hari, mulai 14 hingga 28 Maret 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Ciamis, Uga Yugaswara, menegaskan bahwa prioritas utama pada periode mudik tahun ini adalah memastikan keselamatan pemudik. Selain itu, kelancaran arus lalu lintas di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis.
Untuk mengawal pergerakan masyarakat, Dinas Perhubungan telah mendirikan Posko Induk di halaman Puskesmas Ciamis.
Posko Siaga Mudik Lebaran 2026 tersebut didukung enam posko pengendalian yang tersebar di sejumlah titik strategis. Yakni Kawali, Cisaga, Cihaurbeuti, Sindangkasih, Banjarsari, dan Panjalu.
“Kami menerjunkan sekitar 100 personel lapangan lemgkap dengan armada operasional. Mulai dari mobil patroli hingga crane PJU untuk memastikan penerangan jalan tetap optimal,” ujar Uga, Senin (16/3/2026).
Selain pengaturan lalu lintas, aspek keselamatan kendaraan juga menjadi perhatian.
Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Satlantas Polres Ciamis melakukan ramp check atau inspeksi keselamatan kendaraan umum di Terminal Ciamis. Selain itu, pengecekan sistem manajemen keselamatan di setiap pool angkutan.
Optimalkan ATCS Pantau Arus Mudik di Ciamis
Berdasarkan pemetaan di lapangan, terdapat sembilan titik yang prediksi menjadi pusat kepadatan kendaraan. Beberapa di antaranya adalah Simpang Cihaurbeuti, Pasar Sindangkasih, Alun-alun Ciamis, hingga Simpang Cisaga.
Untuk mengurai potensi kemacetan, Dinas Perhubungan akan mengoptimalkan teknologi Area Traffic Control System (ATCS) yang dipantau secara real-time.
Jika terjadi kepadatan, rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, hingga penutupan U-turn akan berlakukan secara situasional.
Namun demikian, terdapat catatan khusus bagi pemudik yang melintasi jalur Ciamis–Kuningan–Cirebon.
Pasalnya, akibat longsor di Jembatan Cikaleho, akses saat ini masih menggunakan Jembatan Bailey dengan sistem buka tutup, serta batas beban maksimal 20 ton.
Untuk memudahkan masyarakat memantau kondisi lalu lintas, Dinas Perhubungan Ciamis juga menyediakan layanan streaming CCTV di sembilan titik strategis.
Pemudik dapat melihat kondisi jalan secara langsung melalui laman atcs.ciamiskab.go.id sebelum menentukan rute perjalanan.
“Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik. Koordinasi dengan Kepolisian, BPBD, dan instansi terkait terus perkuat. Demi mewujudkan mudik yang aman dan berkesan bagi semua,” pungkasnya.
Informasi tambahan, pembatasan operasional kendaraan angkutan barang tertentu juga berlaku mulai 13 hingga 29 Maret 2026 guna memprioritaskan arus kendaraan pemudik. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
