CIAMIS, galuh.id – Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWS Citanduy) bergerak cepat menangani tanggul jebol di Desa Sukahurip dan Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Rabu (18/2/2026).
Penanganan darurat dilakukan menyusul meningkatnya debit air akibat hujan deras serta kiriman air dari wilayah hulu.
Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) 3 BBWS Citanduy, Ali Khadafi, mengatakan kerusakan terjadi pada tanggul Cintalahab yang beririsan dengan badan jalan warga.
“Yang terputus itu tanggul dan sebagian badan jalan. Karena itu penanganannya kami bagi dua, untuk jalan dilakukan pemasangan bolder, sedangkan tanggul diperkuat dengan pemancangan glugu sebagai penguat sementara,” ujarnya.
Kerusakan Capai 26 Meter
Ali menjelaskan, total panjang tanggul yang terdampak mencapai sekitar 26 meter. Sebelumnya, BBWS Citanduy telah menangani titik awal sepanjang 18 meter menggunakan geobag.
Namun pada 16 Februari 2026, debit air kembali meningkat akibat intensitas hujan tinggi serta kiriman dari daerah hulu, termasuk wilayah Sidamulih. Kondisi tersebut menyebabkan bagian tanggul yang belum sepenuhnya selesai kembali terdampak limpasan air dan sebagian material terbawa arus.
“Karena hujan cukup tinggi dan ada kiriman dari hulu, debit air naik. Bagian yang belum terikat sempurna ikut terdampak,” jelasnya.
Saat ini, sekitar 25 meter sisa kerusakan masih dalam tahap penanganan dengan pemancangan glugu kelapa setinggi enam meter sebagai struktur penahan awal.
Empat Metode Perkuatan Struktur
Untuk mempercepat progres dan memperkuat struktur tanggul, BBWS Citanduy menerapkan empat metode konstruksi, yaitu:
-
Bronjong sebagai pelindung utama dari gerusan arus sungai
-
Glugu kelapa setinggi 6 meter sebagai penahan awal
-
Geobag untuk memperkuat struktur tanggul
-
Bolder guna menstabilkan badan jalan
Bronjong dipasang di bagian depan alur sungai untuk memproteksi tanggul dari erosi serta mencegah kerusakan lanjutan.
“Kami bekerja maksimal bahkan hingga malam hari. Penanganan bencana tidak bisa ditunda. Prinsip kami cepat, cepat, dan cepat, tentu tetap memperhatikan faktor keselamatan,” tegas Ali.
Progres Bergantung Cuaca
Meski pekerjaan dikebut, progres sangat bergantung pada kondisi cuaca dan debit air. Jika hujan turun namun debit masih rendah, pekerjaan tetap dilanjutkan. Namun apabila debit meningkat signifikan, pengerjaan dihentikan sementara demi keselamatan pekerja.
Selain tanggul, akses jalan di lokasi juga sempat terdampak dan mengalami amblas saat dilintasi dump truck pengangkut material. Alat berat terus dikerahkan guna memastikan distribusi material dan proses perbaikan berjalan lancar.
Penanganan tanggul jebol di Pamarican ini menjadi bagian dari langkah mitigasi risiko banjir di Kabupaten Ciamis, terutama pada musim hujan dengan potensi curah hujan tinggi dan peningkatan debit sungai.
Ali menegaskan, BBWS Citanduy menargetkan penanganan rampung secepat mungkin guna mencegah bencana susulan yang merugikan masyarakat.
“Kami berharap cuaca mendukung agar pekerjaan segera selesai dan tidak terjadi kejadian serupa. Ini bencana bersama yang harus ditangani bersama dan secepatnya,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
