Ciamis, galuh.id,- Pemerintah Kabupaten Ciamis menerima audiensi Aliansi BEM Ciamis dalam forum dialog yang digelar di Opp Room Setda, Selasa (24/02/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi terbuka antara mahasiswa dan pemerintah daerah dalam rangka refleksi satu tahun perjalanan kepemimpinan daerah sekaligus penyampaian berbagai isu strategis Ciamis 2026.
Audiensi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai social control sekaligus mitra kritis pemerintah dalam mengawal kebijakan publik secara objektif dan konstruktif.
Mahasiswa Tekankan Pentingnya Evaluasi Kinerja Pemerintah
Sekretaris Aliansi BEM Ciamis, Muhammad Renaldi, menyampaikan bahwa refleksi kinerja pemerintahan perlu dilakukan bersama agar pembangunan daerah berjalan evaluatif dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.
Koordinator Aliansi BEM Ciamis, Asep Anggit Muchammad Irfan Himami, menambahkan bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah harus terus dijaga.
Menurutnya, audiensi seperti ini penting agar kebijakan publik tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Lima Isu Strategis Ciamis 2026 yang Disoroti Mahasiswa
Dalam forum dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan lima isu strategis daerah yang dinilai memerlukan perhatian serius:
1️⃣ Peningkatan Kasus HIV di Ciamis
Presiden Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Ciamis, Naqiyya Masarra, menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, khususnya meningkatnya kasus HIV di Kabupaten Ciamis.
“Peningkatan kasus HIV perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan kualitas SDM ke depan,” ungkapnya.
2️⃣ Pendidikan Karakter dan Peran Keluarga
Presiden Mahasiswa Universitas Islam Darussalam, Rani, menekankan pentingnya peran keluarga dalam pendidikan karakter anak.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah tanpa dukungan lingkungan keluarga.
3️⃣ Infrastruktur Desa dan Pengembangan Wisata
Presiden Mahasiswa Universitas Galuh Ciamis, Istianatulaila, menyoroti kondisi infrastruktur desa serta pengelolaan potensi wisata yang belum optimal.
Masih terdapat jalan desa yang membutuhkan perbaikan serta objek wisata yang belum dikelola maksimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
4️⃣ Penanganan Banjir dan Mitigasi Bencana
Mahasiswa juga menilai persoalan banjir di sejumlah wilayah rawan memerlukan strategi lebih sistematis.
Mereka mendorong:
-
Perencanaan tata ruang berbasis mitigasi bencana
-
Peningkatan kapasitas drainase
-
Kebijakan lingkungan jangka panjang terintegrasi
5️⃣ Penataan Ruang Publik dan Perlindungan Ekonomi Rakyat
Aliansi BEM Ciamis menekankan pentingnya keseimbangan antara penataan ruang publik dan perlindungan ekonomi masyarakat kecil.
Program penataan wilayah diharapkan tidak hanya berorientasi administratif, tetapi juga memastikan keberlangsungan usaha masyarakat melalui solusi relokasi yang adil dan strategis.
Tanggapan Bupati: Kritik Mahasiswa Bagian dari Demokrasi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Ciamis menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah.
Ia menilai kritik dan saran yang disampaikan merupakan bagian penting dari proses demokrasi sekaligus pengingat bagi pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan mental, karakter, dan kualitas sumber daya manusia.
Audiensi ini turut dihadiri sejumlah pejabat perangkat daerah dan diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intens antara pemerintah dan mahasiswa dalam merumuskan kebijakan yang responsif, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (GaluhID/Tegar)
