CIAMIS, galuh.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis mencatat capaian positif pada pendapatan daerah tahun 2025. Hingga akhir Desember 2025, realisasi pendapatan berhasil melampaui target dengan menembus angka Rp387,5 miliar.
Sekretaris Bapenda Ciamis, Angga Gustiana Yusman, mengungkapkan target pendapatan daerah tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp379,4 miliar. Namun, hingga penutupan tahun anggaran, realisasi mencapai Rp387.551.724.566 atau sekitar 102,14 persen.
“Kinerja pendapatan daerah tahun ini cukup baik dan melampaui target yang ditetapkan,” ujar Angga.
Menurutnya, capaian tersebut ditopang sejumlah sektor strategis, terutama pendapatan dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kontribusi terbesar berasal dari dua rumah sakit daerah dan 37 puskesmas dengan total realisasi sekitar Rp214 miliar.
Selain itu, sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) turut menyumbang pendapatan sebesar Rp25,8 miliar.
Sementara penerimaan dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tercatat mencapai Rp55,8 miliar.
Meski mencatat capaian melampaui target, Angga menjelaskan bahwa dana pendapatan dari BLUD memiliki aturan penggunaan tersendiri dan tidak dapat dialokasikan di luar kebutuhan operasional layanan kesehatan.
Ia menambahkan, meningkatnya pendapatan daerah juga dipengaruhi oleh membaiknya kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi.
Salah satu faktor pendorong utamanya adalah penguatan sistem digitalisasi pelayanan yang dinilai semakin mempermudah masyarakat.
“Digitalisasi pajak dan retribusi berdampak terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah daerah,” katanya.
Untuk tahun 2026, Bapenda Ciamis menetapkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp376,3 miliar. Penetapan target tersebut disesuaikan dengan potensi riil daerah serta mempertimbangkan capaian pada perubahan anggaran tahun sebelumnya.
Dalam upaya optimalisasi pendapatan, Bapenda akan melanjutkan strategi peningkatan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, organisasi, hingga masyarakat.
Selain memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan digitalisasi layanan tetap menjadi fokus utama guna mendukung efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.
Angga menyebutkan, arahan Bupati Ciamis dalam optimalisasi PAD tetap menitikberatkan pada penguatan kemandirian fiskal daerah tanpa membebani masyarakat maupun menurunkan kualitas pelayanan publik.
Di sisi lain, Bapenda mengakui masih terdapat sejumlah sektor yang belum optimal pada 2025, salah satunya penerimaan dari BBNKB yang dikelola bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan belum sepenuhnya memenuhi target.
Ke depan, potensi pendapatan dari sektor PBB dan pajak lainnya akan terus digali untuk mendukung peningkatan PAD tahun 2026, termasuk optimalisasi penerimaan dari opsen PKB, BBNKB, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor hotel, hiburan, dan makanan-minuman. (GaluhID/Tegar)
