Pangandaran, galuh.id – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke objek wisata Pantai Pangandaran, Minggu (23/3/2025) pagi.
Sidak ini mengungkap sejumlah tantangan, termasuk pedagang kaki lima (PKL) yang masih memasang fasilitas dagang secara berlebihan dan kondisi beberapa area pantai yang kurang tertata.
“Sidak pertama, masih banyak yang jualan sembarangan. Sekarang sudah mulai rapi. Perahu yang bersandar di pesisir juga lebih tertata, meskipun masih ada yang perlu di perbaiki,” tutur Citra.
Ia juga menyoroti penyewaan ATV yang kurang terorganisir, dengan banyak meja yang tidak terpakai dan barang-barang berserakan.
Tak hanya itu, ia merasa prihatin menemukan pos penjaga pantai berubah fungsi menjadi gudang untuk menyimpan barang dagangan, alat nelayan, hingga sampah.
“Saya minta Satpol PP menertibkan dan membawa barang-barang itu ke pos mereka,” tegasnya.
Meski begitu, Citra berharap para pedagang tidak berkecil hati, dengan menyampaikan pesan positif.
“Kalau pantai bersih, wisatawan pasti lebih tertarik datang ke sini,” ucapnya.
Upaya Kolaborasi Untuk Penataan Pantai
Selain fokus pada PKL, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Nana Sukarna, mencatat sejumlah perbaikan yang perlu di lakukan.
Seperti menjaga kebersihan pantai, memperbaiki fasilitas umum, melakukan pengecatan ulang, serta menata ulang zonasi objek wisata.
Meskipun keuangan Pemerintah Daerah Pangandaran saat ini sedang dalam tahap efisiensi, Nana optimis melalui sinergi dengan pihak swasta.
“Nanti, kami akan minta bantuan CSR untuk memperbaiki dan menambah fasilitas di Pantai Barat ini,” ungkapnya.
Sidak ini tidak hanya menjadi langkah awal dalam menyambut libur Lebaran, tetapi juga sebuah harapan untuk membawa perubahan jangka panjang.
Dengan pantai yang lebih bersih dan fasilitas yang memadai, harapan Pangandaran semakin menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
