Pangandaran, galuh.id – Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, meninjau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan saluran drainase di kawasan pantai, Senin (14/4/2025).
Pantai Pangandaran kembali menjadi sorotan akibat aroma tak sedap dan kondisi kumuh. Bau tak sedap itu bersumber dari limbah rumah tangga maupun hotel yang langsung dibuang ke laut.
Menanggapi hal ini, Citra Pitriyami bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi IPAL dan saluran drainase di area pantai.
Citra hadir bersama sejumlah pejabat daerah, antara lain Asisten Daerah Apip Winayadi, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Nana Sukarna. Selain itu, Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dedi Surachman, serta Sekretaris DPUPR Kurnia.
Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan Pemerintah Daerah dalam mencari solusi untuk masalah limbah yang telah mengganggu kenyamanan wisatawan.
Limbah yang langsung di buang ke pantai menjadi penyebab utama aroma tidak sedap di pantai barat Pangandaran. Kondisi ini mendapat banyak keluhan dari pengunjung.
Citra mengatakan, limbah dari hotel dan rumah tangga menjadi persoalan utama.
“Kami telah merekomendasikan perbaikan saluran limbah ke pihak hotel. Dan akan berkomunikasi dengan pemukiman di sekitar kompleks perhotelan agar tidak membuang limbah sembarangan,” tegasnya.
Pemda Pangandaran berencana membangun IPAL Komunal sebagai langkah konkret untuk menangani persoalan limbah.
Sekretaris DPUPR Pangandaran, Kurnia, mengungkapkan bahwa pembangunan IPAL Komunal pertama akan fokus di blok hotel Grand Aquarium dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
“DED sudah selesai, tinggal pelaksanaan saja. Ini akan menjadi proyek percontohan untuk titik-titik lainnya,” jelas Kurnia.
Dengan pembangunan IPAL Komunal, air limbah yang di buang ke laut akan di proses sesuai baku mutu sehingga lebih ramah lingkungan.
Tak hanya itu, normalisasi saluran drainase dekat Hotel Laut Biru juga akan di lakukan bersamaan dengan inventarisasi saluran drainase lainnya. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
