Cek Kesehatan Gratis Jemaah NU Kota Banjar Upaya Deteksi Dini Penyakit

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Walikota Banjar, Sudarsono, membuka kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk jemaah Nadhlatul Ulama (NU) dan masyarakat di Gedung Dakwah Islam Banjar, Minggu (15/06/2025).

CKG merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat.

Karena program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan deteksi dini penyakit.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan jemaah muslimat NU serta masyarakat, yang dilayani oleh petugas kesehatan dari 10 Puskesmas se-Kota Banjar.

- Advertisement -

Sudarsono mengatakan CKG adalah program nasional. Maka dari itu, pemkot terus meningkatkan kesejahteraan. Salah satunya melalui program cek kesehatan gratis untuk masyarakat.

Pemkot Banjar menindaklanjuti program nasional tersebut guna memastikan masyarakat Kota Banjar hidup lebih sehat dan produktif.

“Kemudian mendeteksi dini punya penyakit apa dan penyakit bawaan apa, agar masyarakat mengetahui kesehatan sejak awal,” ucap Sudarsono.

Selain itu, Pemkot Banjar terus berupaya agar target BPJS harus bisa 100 persen, dan sekarang sudah 98,5 persen.

- Advertisement -

“Kalau cek kesehatan ini bisa berjalan, target kita di 40 persen minimal warga aktif cek kesehatan. Karena usia-usia rentan itu di atas 50 tahun,” ucap Sudarsono.

“Jadi, dengan 40 persen saya yakin warga usia di atas 50 tahun melakukan cek rutin kesehatannya,” tambahnya.

Cek Kesehatan Gratis Menuju Generasi Emas 2045

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rusyono, menjelaskan kegiatan ini adalah salah satu dukungan dari muslimat NU Provinsi Jabar. Kemudian dari cabang-cabang untuk program tersebut.

“Harapannya agar masyarakat terdeteksi secara dini risiko penyakitnya, sehingga akan lebih mudah untuk pengobatan dan cara penyembuhannya,” kata Rusyono.

Ia pun berterima kasih kepada pimpinan muslimat NU Cabang Kota Banjar yang sudah mensupport program cek kesehatan, terutama untuk program TKG dan CKG.

“Program ini sangat penting dalam rangka mewujudkan menuju generasi emas 2045,” ujarnya.

Menurut Rusyono, untuk kegiatan ini ada 500 peserta yang masuk ke Dinas Kesehatan. Meskipun yang masuk kurang lebih ada 200 peserta, tetapi yang di cek kesehatan hanya 170 peserta.

“Untuk program ini, kami langsung menurunkan 10 dokter dari 10 Puskesmas biar lebih mudah, tertib dan tidak ada yang berebutan saling antri,” ucapnya.

Rusyono menambahkan, untuk program cek kesehatan ini sudah rutin dilakukan di Puskesmas ataupun beberapa komunitas yang ada di Kota Banjar.

Kemudian pihaknya juga akan terus melakukan sosialisasi kunjungan ke sejumlah lokasi seperti pasar maupun toserba.

“Untuk mereka yang harus di obati, kita akan rujuk. Karena ada beberapa item yang tidak di sini. Contoh EKG yang harus ke Puskesmas atau lab,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, mereka bisa langsung datang ke Puskesmas terdekat. Karena rata-rata penyakit tidak menular seperti darah tinggi, gula, kolesterol. Nantinya, mereka akan mendapat penanganan serta obat gratis.

“Dan kami akan melakukan kunjungan ke rumah-rumah sesuai layanan kita, yaitu layanan primer kunjungan puskesmas ke masyarakat,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Imbas Surat Edaran Pusat, Program MBG Ciamis Dihentikan Sementara 18 Hari ke Depan

Program Makan Bergizi (MBG) di Ciamis dihentikan sementara selama libur sekolah, berlaku bagi anak sekolah dan penerima kategori B3. Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Badan Gizi Nasional. Penghentian berlangsung 18 hari, dimulai 22 Juni 2026, dengan sosialisasi yang baik agar masyarakat memahami situasi ini.

Artikel Terkait