Ciamis, galuh.id,– Menghadapi intensitas cuaca ekstrem yang kian meningkat dalam beberapa waktu terakhir, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Seruan tersebut disampaikan Herdiat saat memberikan arahan dalam kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digelar di GOR Desa Sindangkasih, Kecamatan Sindangkasih, Rabu (11/2/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini menunjukkan gejala yang semakin tidak menentu.
Curah hujan tinggi yang disertai angin kencang berpotensi memicu berbagai bencana alam, baik banjir, tanah longsor, maupun kejadian darurat lainnya.
“Cuaca sekarang cukup ekstrem. Intensitas hujan tinggi serta angin kencang, bencana bisa datang tiba-tiba. Karena itu masyarakat harus selalu siap siaga dan waspada,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat terkait mitigasi bencana.
Menurutnya, edukasi dan langkah preventif harus dilakukan secara konsisten, mulai dari perencanaan kesiapan menghadapi banjir dan longsor hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam merespons situasi darurat.
Lebih lanjut, Herdiat mengingatkan bahwa tidak sedikit bencana yang dipicu oleh kerusakan lingkungan akibat ulah manusia. Oleh karena itu, upaya menjaga dan melestarikan alam harus menjadi komitmen bersama.
“Bencana banyak yang dibuat manusia. Jaga dan lestarikan alam,” tegasnya.
Selain menyoroti ancaman kebencanaan, dalam kesempatan yang sama Herdiat juga menyampaikan arahan Presiden Republik Indonesia terkait kondisi nasional yang saat ini dinyatakan dalam situasi darurat sampah.
Isu pengelolaan sampah, kata dia, telah menjadi perhatian serius pemerintah pusat, bahkan para menteri ditugaskan untuk melakukan pemantauan langsung ke berbagai daerah.
“Pak Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sudah darurat sampah. Para menteri sekarang ditugaskan memantau langsung daerah-daerah,” jelasnya.
Sebagai gambaran dampak nyata persoalan tersebut, Herdiat mencontohkan kondisi di Bali, di mana kunjungan wisatawan dilaporkan mengalami penurunan hingga 62 persen, khususnya di kawasan pesisir pantai yang terdampak masalah sampah.
Hal ini, menurutnya, menunjukkan bahwa persoalan lingkungan tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan kebersihan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap sektor ekonomi, termasuk pariwisata.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh aparatur pemerintah desa bersama masyarakat agar menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.
Upaya menjaga kebersihan, pengelolaan sampah yang baik, serta kepedulian terhadap kelestarian alam dinilai sebagai langkah mendasar untuk mencegah bencana sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Herdiat berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan masyarakat dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem serta persoalan lingkungan.
Kesadaran kolektif dan tindakan nyata, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan bersama di Kabupaten Ciamis. (GaluhID/Tegar)
