Ciamis, galuh.id – Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat kesenian baru bernama Helaran Congcorang Sembah, yang terinspirasi dari mitos dan kehidupan sehari-hari masyarakat Tatar Galuh.
Seni ini gagasan Eman Hermansyah, Koordinator Sanggar Sawargi sekaligus Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Ciamis.
Ia menciptakan kesenian tersebut sebagai respon atas tema insect yang di angkat pada Parade Budaya West Java Festival 2023 di Bandung.
“Congcorang Sembah banyak di temukan di Ciamis. Baik di kebun, sawah, bahkan masuk ke perumahan. Harapannya bisa menjadi ciri khas yang unik. Sesuai dengan karakter seni karnaval Ciamis yang grand style, unik, dan khas,” ungkap Eman, Jumat (9/5/2025).
Kesenian ini hadir berkat dukungan Dinas Pariwisata Ciamis dan kolaborasi dari berbagai sanggar seni. Seperti Sanggar PPSC, Sanggar Respect Art, dan Lingkung Seni Awi Ligar.
Dalam pertunjukannya, peserta mengenakan kostum menyerupai belalang sembah. Berjalan dan menari dalam karnaval, dengan iringan musik yang menggambarkan gerak-gerik serangga tersebut.
Helaran Congcorang Sembah tidak hanya menampilkan keunikan visual, tetapi juga mengangkat nilai mitologi lokal.
Dalam kepercayaan masyarakat Tatar Galuh, belalang sembah di anggap sebagai serangga mistis.Tubuhnya yang seolah sedang berdoa dipercaya sebagai pertanda spiritual.
“Menurut cerita nenek moyang, jika ada congcorang masuk rumah pada malam hari, itu tandanya karuhun sedang bersedih. Masyarakat tidak pernah membunuh congcorang karena di anggap pamali, takut mendatangkan malapetaka,” jelas Eman.
Meskipun lahir dari cerita turun temurun, Eman menekankan bahwa esensi kesenian ini juga merupakan ajakan untuk menyayangi makhluk hidup dan menjaga ekosistem.
“Terlepas dari mitologinya, congcorang adalah bagian dari kehidupan masyarakat Ciamis. Semoga helaran ini bisa menjadi salah satu ciri khas daerah,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
