Dari Krisis ke Solusi, GACCORS Dorong Pertanian Organik Berkelanjutan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Temuan krisis kesuburan tanah di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis melatarbelakangi lahirnya Gerakan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB).

Koordinator Bidang GACCORS, Kuswara Suwarman, mengatakan hasil kajian tersebut mendorong pihaknya untuk melakukan edukasi dan pendampingan kepada petani menuju sistem pertanian organik.

Gerakan yang diinisiasi oleh Gerakan Amaliyah Ciamis Cinta Organik Sejati (GACCORS) ini tumbuh dari kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan sektor pertanian.

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, GACCORS aktif membangun kesadaran petani melalui pelatihan dan pendampingan di berbagai wilayah.

- Advertisement -

Menurut Kuswara, edukasi dilakukan secara bertahap dan komprehensif, mulai dari pengenalan konsep PSRLB, pembuatan pupuk organik seperti kompos dan mikroorganisme lokal (MOL), uji bernas, hingga penerapan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan lahan.

“Pendampingan ini kami lakukan agar petani tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten di lapangan,” ujarnya.

Sebagai implementasi di lapangan, GACCORS mengembangkan demonstration plot (demplot) menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) di sejumlah lokasi.

Hasilnya menunjukkan tren positif, baik dari sisi peningkatan kesuburan tanah maupun produktivitas hasil panen.

- Advertisement -

Kuswara menjelaskan, dalam dua musim tanam terakhir, sistem pertanian organik yang diterapkan tidak mengalami penurunan hasil, bahkan cenderung meningkat.

Hal tersebut memperkuat keyakinan bahwa pertanian organik dapat menjadi solusi jangka panjang yang ramah lingkungan sekaligus tetap produktif.

Untuk memperkuat kapasitas petani, pengembangan PSRLB juga didukung Learning Management System (LMS) yang diinisiasi Andang Firman, sebagai sarana pembelajaran berbasis digital bagi petani dan penggiat.

Saat ini, luas lahan binaan GACCORS telah mencapai sekitar 60 hektare. Berdasarkan metode ubinan Badan Pusat Statistik, produktivitas tertinggi tercatat mencapai 9,8 ton per hektare.

“Capaian tersebut masih berpotensi ditingkatkan melalui optimalisasi penerapan SOP di lapangan,” ungkap Kuswara.

Seiring berkembangnya gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis turut memperkuat melalui peluncuran Peraturan Bupati (Perbup) tentang pertanian organik oleh Bupati Herdiat Sunarya di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican.

Dalam arahannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa pertanian organik merupakan kebutuhan masa depan yang harus didukung bersama oleh seluruh pihak.

Menanggapi hal tersebut, Kuswara menyatakan kesiapan GACCORS untuk terus memperkuat implementasi PSRLB sesuai roadmap yang telah disusun.

“Dalam waktu dekat, kami akan menggelar seminar bersama para pemangku kepentingan guna menyusun SOP teknis, strategi pengembangan, serta pembentukan Dewan Organik sebagai pengawas pelaksanaan kebijakan,” tuturnya.

Gerakan ini juga menjadi momentum konsolidasi bagi para penggiat pertanian organik, kelompok PSRLB, serta peserta pelatihan Training of Trainers (TOT) dalam memperluas penerapan pertanian sehat di Kabupaten Ciamis.

Dengan pendekatan berbasis kajian ilmiah, edukasi berkelanjutan, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah, PSRLB diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Ciamis sebagai daerah pertanian organik yang mandiri dan berkelanjutan. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Saatnya Bersinar! Pemuda Ciamis Ditantang Tunjukkan Inovasi

CIAMIS, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) resmi membuka pendaftaran Seleksi Pemuda Pelopor...

Artikel Terkait