DP2KBP3A Ciamis Dorong Pekka Mandiri Lewat Pemberdayaan dan Pameran Kreatif

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Ciamis mendorong kemandirian Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) melalui berbagai program pemberdayaan dan ajang pameran kreativitas.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Pekka yang digelar di halaman Aula DP2KBP3A Ciamis, Rabu (15/10/2025).

Sebanyak 40 kelompok Pekka di Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan ini di isi dengan pameran hasil olahan pangan dan kerajinan dari bahan lokal serta lombapamer kreativitas kelompok Pekka. Sebagai ajang unjuk karya dan wujud pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.

- Advertisement -

Sekretaris DP2KBP3A Ciamis, Elmi Lestari, menjelaskan bahwa Pekka merupakan kelompok perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga karena suaminya telah meninggal dunia atau tidak lagi mampu bekerja.

“Mereka adalah para ibu yang menjadi penopang utama ekonomi keluarga. Saat ini ada sekitar 40 kelompok Pekka di Kabupaten Ciamis yang kami bina agar semakin mandiri dan berdaya,” ujar Elmi.

Elmi menambahkan, pemberdayaan yang dinas lakukan bukan berupa pemberian modal langsung. Melainkan fasilitasi, pembinaan, dan pendampingan usaha.

Pemberdayaan Pekka dan Produk Olahan

Para anggota kelompok Pekka bergerak di berbagai bidang, seperti olahan pangan, kerajinan tangan, hingga kegiatan simpan pinjam.

- Advertisement -

“Kami mengajak mereka untuk mengenal usaha secara formal, termasuk memahami aspek perpajakan. Serta mendaftarkan produk mereka dalam e-katalog pengadaan barang dan jasa agar bisa bersaing secara legal dan profesional,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, DP2KBP3A juga bekerja sama dengan Kantor Pajak Pratama dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Untuk memberikan edukasi kepada peserta mengenai pengelolaan usaha yang berkelanjutan.

Elmi menuturkan, olahan lokal yang dipamerkan menunjukkan kualitas yang tak kalah dengan produk berbahan dasar tepung terigu.

“Saya sudah mencicipi produk olahan dari pisang dan jagung, rasanya enak dan berkualitas. Ini bukti bahwa mereka kreatif dan bisa memanfaatkan bahan lokal,” katanya.

Hingga kini, dari total 40 kelompok Pekka, sebanyak 29 kelompok aktif bergerak di bidang olahan pangan dan kerajinan. Sementara sisanya mengelola unit simpan pinjam.

Setiap kelompok dibina oleh Pemandu Lapangan Pekka (PLP) yang direkrut oleh pemprov Jabar dan bertugas melakukan pendampingan di tingkat kecamatan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan kelompok Pekka di Ciamis. Bahkan ke depan, jumlah kelompoknya bisa bertambah dan lebih maju lagi,” pungkas Elmi. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

PSGC Ciamis Tumbang di Kandang Lawan PSMS Medan

CIAMIS, galuh.id – PSGC Ciamis harus menelan kekalahan 1-2 saat menjamu PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di...

Artikel Terkait