Ciamis, galuh.id – Dua pria di Banjarsari, Kabupaten Ciamis diduga menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal (OTK). Peristiwa tersebut terjadi pada Senin dini hari, 2 Maret 2026, sekitar pukul 01.30 WIB.
Kedua korban melaporkan kejadian itu secara resmi ke Mapolsek Banjarsari pada siang harinya.
Salah satu korban, Kamaludin Nurul Fajar (26) alias Pijey, mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat ia tengah berada di kosan temannya bersama seorang rekannya bernama Nendar alias Cikenti.
Mereka berada di sebuah kos di Dusun Cikohkol RT 01/RW 01, Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.
Menurut Pijey, kosan tersebut milik temannya bernama Deyi Damayanti, warga Sambong, yang saat itu sedang tidak ada di lokasi.
“Awalnya kami sedang di dalam kosan. Tiba-tiba terdengar suara kaca pecah dari kosan sebelah,” ujar Pijey di Mapolsek Banjarsari usai membuat laporan.
Pelaku dugaan lebih dahulu memecahkan kaca kosan di sebelah. Mendengar suara tersebut, Pijey keluar untuk memastikan situasi. Namun secara tiba-tiba seorang pria tak dikenal menghampirinya.
“Saya sempat bertanya ke teman saya, ‘Ada apa, Ndar?’ Tapi tiba-tiba ada laki-laki mendekat dan bertanya, ‘Kamu mau ngejago di sini?’ Setelah itu langsung menebaskan golok ke arah muka saya dan teman saya,” jelasnya.
Korban Pembacokan OTK Lapor Polisi
Akibat serangan tersebut, Pijey yang merupakan warga Banjaranyar itu mengalami luka di bagian pipi sebelah kiri.
Sementara rekannya, Nendar, warga Pongporang Desa Sindangrasa Banjaranyar mengalami luka di tangan kanan karena berusaha menangkis sabetan senjata tajam yang mengarah ke wajahnya.
“Kalau Nendar lukanya di tangan kanan. Waktu pelaku menebaskan senjata ke arah mukanya, dia menangkis sehingga mengenai tangan,” terangnya.
Setelah terkena sabetan, kedua korban langsung melarikan diri dan meminta pertolongan kepada penghuni kos lainnya. Saat warga sekitar keluar untuk membantu, pelaku sudah tidak berada di lokasi.
Pijey mengaku tidak mengenal pelaku dan merasa tidak memiliki masalah dengan siapa pun.
“Saya tidak punya masalah dengan siapa pun. Makanya saya heran kenapa ada orang tega seperti itu,” ujarnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik kejadian tersebut.
“Mudah-mudahan polisi bisa segera menangkap pelaku dan mengungkap motif sebenarnya,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)
Editor: Evi
