Ciamis, galuh.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat empat kejadian bencana terjadi di wilayahnya sejak Minggu (6/7/2025) hingga Senin (7/7/2025).
Keempat kejadian tersebut mencakup dua rumah ambruk, satu pohon tumbang, dan satu tanah longsor.
Seluruhnya telah tertangani dengan langkah cepat oleh BPBD bekerja sama dengan aparat dan masyarakat setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani menjelaskan bahwa semua kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun mengakibatkan kerusakan bangunan rumah dan terganggunya saluran irigasi pertanian.
Rumah Ambruk di Desa Sukaraja Sindangkasih
Kejadian pertama menimpa rumah milik Suraji di Dusun Brunggendis 2, Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, yang ambruk pada Kamis (26/6/2025) pukul 03.00 WIB. Informasi ini BPBD terima pada Minggu (6/7/2025).
“Kondisi bangunan yang sudah tua menyebabkan rumah ambruk. Penghuninya satu keluarga dengan tiga jiwa. Tidak mengungsi dan masih menempati bagian kamar tidur yang selamat,” ujar Ani Supiani.
BPBD telah memberikan bantuan darurat berupa sembako dan terpal serta berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BAZNAS untuk penanganan lanjutan.
Bencana di Ciamis Pohon Tumbang Hingga Longsor
Rumah Ambruk di Desa Nasol Cikoneng
Masih pada hari yang sama, rumah milik Teti Hardanti (1 KK 5 jiwa) di Dusun Brunggendis 1, Desa Sukaraja, juga mengalami ambruk pada bagian atap akibat usia bangunan yang tua. Peristiwa itu terjadi pada Minggu pukul 07.00 WIB.
“Penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah tetangga. BPBD telah menyalurkan bantuan logistik serta melakukan asesmen bersama aparat setempat,” ungkap Ani.
Pohon Tumbang di Desa Bangunharja Cisaga
Di hari yang sama pukul 16.00 WIB, pohon salam setinggi 15 meter milik warga tumbang dan menimpa atap rumah Pendi Wahyudi di Dusun Sukaharja.
“Kerusakan rumah tergolong ringan, dan telah diperbaiki secara gotong royong oleh masyarakat. Kami juga menyalurkan bantuan logistik berupa sembako,” terang Ani.
Tanah Longsor di Desa Nasol Cikoneng
Pada Minggu siang pukul 13.00 WIB, saluran irigasi di Dusun Desa, Desa Nasol tertutup longsoran tanah dari terasering milik warga.
Longsor disebabkan tersumbatnya saluran pembuangan kolam ikan saat pengurasan air. Akibatnya, lahan pertanian sekitar tiga hektar tidak dapat dialiri air.
“Kami sudah lakukan koordinasi dengan aparat desa dan DPUPRP untuk penanganan lebih lanjut. Saat ini saluran masih tertutup dan belum tertangani,” kata Ani.
Ani menambahkan, semua kejadian telah direspons cepat oleh Tim Reaksi Cepat Pusdalops PB BPBD Ciamis dengan melakukan kaji cepat dan penyaluran bantuan darurat.
“Kami terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama menghadapi musim hujan dan perubahan cuaca ekstrem,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
