olahraga, galuh.id– Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 akan bergulir mulai 8 Agustus dan akan berakhir pada Mei tahun depan.
Musim ini menandai dimulainya babak baru dalam wajah kompetisi nasional dengan sejumlah perubahan signifikan.
Hal ini sesuai dengan pengumuman dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru (LIB) awal pekan ini.
Berikut lima poin transformasi penting yang akan mewarnai Super League 2025/2026:
Nama Baru: Super League Gantikan Liga 1
Mulai musim ini, nama “BRI Liga 1” resmi berganti menjadi BRI Super League.
PT LIB juga mengumumkan rebranding perusahaan operator menjadi I League sebagai identitas merek yang baru.
Meskipun entitas korporasinya tetap menggunakan nama Liga Indonesia Baru.
Langkah ini diyakini dapat memperkuat nilai komersial dan positioning liga di mata publik nasional maupun internasional.
Penambahan Kuota Pemain Asing
Super League musim ini menerapkan regulasi anyar terkait pemain asing.
Setiap tim kini diperbolehkan mendaftarkan 11 pemain asing tanpa pembatasan asal negara.
Dari jumlah tersebut, delapan pemain dapat masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) dan semuanya bisa diturunkan secara bersamaan.
Peraturan ini menggantikan sistem sebelumnya yang membatasi jumlah pemain asing aktif hanya enam orang.
Kebijakan Pemain Muda
Klub wajib mendaftarkan lima pemain U-23 (kelahiran 2003 atau setelahnya), dengan setidaknya satu di antaranya wajib bermain selama minimal 45 menit dalam satu pertandingan.
Ini menjadi pengembangan dari kebijakan musim lalu yang mewajibkan satu pemain U-22 menjadi starter.
Larangan Suporter Tamu
Pihak operator kompetisi tengah mengkaji pelonggaran larangan kehadiran suporter tim tamu.
Baca juga: Jelang Musim Baru, Marc Klok Ingin Gantung Sepatu di Persib Bandung?
Namun, pelonggaran ini tidak berlaku bagi klub dengan tingkat rivalitas tinggi, seperti Persib vs Persija dan Arema vs Persebaya.
Langkah ini didukung oleh peluncuran aplikasi Sobat Liga, platform layanan tiket dan informasi pertandingan resmi yang juga bertujuan meningkatkan keamanan dan kenyamanan suporter.
Perubahan Daftar Peserta
Kompetisi tetap diikuti 18 tim, dengan tiga wajah baru hasil promosi, PSIM Yogyakarta, Bhayangkara Presisi, dan Persijap Jepara.
Ketiganya menggantikan klub-klub yang terdegradasi musim lalu yakni PSS Sleman, Barito Putera, dan PSIS Semarang.
Laga pembuka musim akan mempertemukan Persebaya Surabaya menghadapi PSIM Yogyakarta.
