Ciamis, galuh.id – BEM Universitas Galuh (Unigal) Ciamis menggelar acara Galuh Sospol Talks dengan tema “Kawasan Tanpa Rokok (KTR): Menggerakkan Masyarakat atau Menggertak Masyarakat?”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (17/5/2025), bertempat di halaman Sekretariat BEM Unigal Ciamis.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unigal, A.A. Muchamad Irfan Himami, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pertemuan formal.
Tetapi merupakan upaya bersama untuk menggagas dan mendiskusikan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya terkait penerapan Kawasan Tanpa Rokok.
“Alhamdulillah siang ini kita bisa berkumpul. Bukan soal jumlah peserta, tapi bagaimana kita membangun diskusi kritis terkait kebijakan KTR yang mulai diterapkan melalui peraturan daerah,” ucap Himami.
“Apakah kebijakan ini bersifat memberdayakan masyarakat, atau justru menekan sebagian kalangan?” sambungnya.
Himami juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang inklusif. Ia berharap diskusi ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap isu-isu kebijakan publik, khususnya tentang KTR.
Galuh Sospol Talks, Dampak Kebijakan KTR di Lingkungan Kampus
Direktur Kemahasiswaan, Pengembangan Karier Mahasiswa dan Alumni Unigal Ciamis, Erlan Suwarlan turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif BEM Unigal.
“Saya mengapresiasi teman-teman mahasiswa yang telah menggagas diskusi ini. Kawasan Tanpa Rokok sebenarnya bukan hanya aturan, tapi juga bentuk komitmen bersama,” ujar Erlan.
“Saya pribadi perokok, dan dulu kadang merokok di ruangan sendiri. Tapi setelah adanya kebijakan KTR, saya tidak lagi berani. Bahkan berkomitmen untuk tidak merokok di area kampus,” lanjutnya.
Erlan juga menyoroti dampak dari kebijakan tersebut terhadap perilaku sivitas akademika. Menurutnya, bahkan dosen pun kini lebih berhati-hati.
“Ini menunjukkan bahwa adanya regulasi yang jelas dapat mengubah budaya secara perlahan. Meski anggaran kemahasiswaan terbatas, semangat seperti ini harus terus didukung,” tambahnya.
Ia berharap ke depan penerapan KTR dapat diikuti oleh fasilitas dan edukasi yang memadai, serta kolaborasi antara mahasiswa, pihak kampus, dan pemerintah.
Erlan menambahkan, upaya semacam ini adalah bentuk konkret pembentukan karakter dan budaya sehat di lingkungan kampus.
Acara ini turut menghadirkan Endin Lidinillah pengamat sosial Ciamis, dan Nova Dahliana Epidemiologi Kesehatan Ahi Muda Satgas KTR Dinas Kesehatan Ciamis sebagai pemateri. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
