Ciamis, galuh.id – Halal bihalal warga pendidikan Kabupaten Ciamis tahun 1447 H/2026 M digelar dengan penuh khidmat di Gedung K.H. Ahmad Dahlan STIKes Ciamis, Selasa (7/5/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Melalui Halal Bihalal Kita Tingkatkan Implementasi Nilai-Nilai Kebangsaan dan Solidaritas Warga Pendidikan Kabupaten Ciamis.”
Acara tersebut dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, jajaran pengurus PGRI, serta ribuan tenaga pendidik dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus permohonan maaf kepada seluruh insan pendidikan, khususnya anggota PGRI Kabupaten Ciamis.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan,” ujarnya.
Herdiat menegaskan bahwa PGRI merupakan organisasi profesi besar yang memiliki peran strategis dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk menjaga marwah organisasi agar semakin kuat, maju, dan disegani.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini terus berjuang mendidik generasi muda di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, tugas sebagai pendidik bukanlah hal mudah, terlebih dengan kondisi keuangan daerah yang masih terbatas.
“Kami sangat ingin meningkatkan kesejahteraan para guru, namun kondisi APBD Kabupaten Ciamis saat ini masih terbatas. Meski demikian, saya berharap bapak ibu tetap semangat dan tidak lelah dalam mengabdi,” katanya.
Herdiat mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir APBD Ciamis mengalami penurunan signifikan, dari sekitar Rp3,1 triliun menjadi Rp2,3 triliun pada tahun 2026.
Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya kemampuan pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur, termasuk sekolah.
Ia menyebutkan, terdapat 33 sekolah di Ciamis yang kondisinya sudah tidak layak pakai, bahkan sebagian mengalami kerusakan akibat bencana.
“Kami tahu kondisi itu, bukan tidak peduli. Namun kemampuan anggaran sangat terbatas. Insya Allah tahun ini kami berupaya melakukan pinjaman daerah untuk memperbaiki sekolah yang roboh di Banjarsari,” jelasnya.
Lebih lanjut, Herdiat menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan generasi emas 2045. Ia menilai pendidikan menjadi fondasi utama yang harus didukung dengan kesehatan dan lingkungan yang baik.
Selain itu, ia mengingatkan para guru untuk berperan sebagai agen perubahan, terutama dalam menghadapi perkembangan digitalisasi yang semakin pesat.
Menurutnya, pengawasan terhadap anak-anak sangat penting guna mencegah dampak negatif, termasuk kekerasan dan pelecehan.
“Data tahun 2025 terdapat 83 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini menjadi perhatian kita bersama. Guru harus menjadi teladan dan pelindung bagi anak-anak,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kreativitas anggota PGRI, termasuk peluncuran buku karya guru, serta memberikan ucapan selamat kepada calon jemaah haji dari kalangan guru.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis Edi Rusyana menyampaikan bahwa jumlah anggota PGRI di Ciamis mencapai 7.845 orang.
Ia menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan serta menjaga solidaritas antaranggota.
“Tidak ada alasan bagi anggota PGRI untuk tidak berperan aktif memajukan pendidikan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
Edi juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap PGRI, termasuk berbagai kebijakan yang dinilai berpihak kepada tenaga pendidik.
Ia menambahkan, PGRI terus berupaya menanamkan nilai keikhlasan dan rasa syukur di tengah berbagai dinamika yang dihadapi.
Dalam kesempatan tersebut, PGRI juga meluncurkan buku karya anggotanya, termasuk kumpulan esai berjudul Karakter Berbudaya Generasi Panca Waluya.
Selain itu, diberikan penghargaan kepada lima guru berdedikasi tinggi sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di dunia pendidikan.
Kegiatan halal bihalal ini diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Ciamis. (GaluhID/Tegar)
