Ciamis, galuh.id – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Herry Dermawan, mengunjungi kelompok budidaya ikan cupang Luxurious di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Kamis (25/12/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Herry Dermawan didampingi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Jawa Barat Cahyono, serta Direktur Tindakan Karantina Ikan Ahmad Al Faraby.
Turut hadir pula Anggota DPRD Ciamis H. Ramli dan Kepala Desa Sukasari Kusmana.
Kelompok ikan cupang Luxurious merupakan kelompok mandiri yang berdiri tanpa bantuan pemerintah.
Herry Dermawan mengapresiasi keberadaan kelompok tersebut karena gagasan para pemuda atau kaum milenial.
Ia mengaku bangga dengan kreativitas pemuda di Kecamatan Banjarsari yang mampu mengembangkan usaha budidaya ikan cupang hingga menembus pasar internasional.
“Berdirinya kelompok budidaya ikan cupang gagasan peternak milenial ini menunjukkan bahwa pemuda di Banjarsari sangat kreatif,” kata Herry.
Menurutnya, budidaya ikan cupang merupakan komoditas bernilai tinggi dengan peminat yang tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara.
“Kualitas ikan cupang Indonesia sudah mendunia. Terbukti sudah melakukan ekspor dan penjualan antar pulau. Namun memang sempat terkendala karantina karena lokasi terdekat berada di Cilacap, Jawa Tengah,” ujarnya.
Pakan Jadi Kendala Kelompok Budidaya Cupang
Karena itu, Herry membawa pihak karantina pusat dan karantina Jawa Barat untuk mencari solusi atas kendala tersebut.
“Alhamdulillah, permasalahannya sudah teridentifikasi dan menemukan solusinya,” imbuhnya.
Herry juga menyebut bahwa harga ikan cupang sangat menggiurkan. Bahkan, untuk jenis tertentu harganya bisa mencapai jutaan rupiah per ekornya.
“Harga satu ekor ikan cupang bisa mencapai 500 ribu dan untuk ekspor bisa sampai 7,5 juta per ekor,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Produksi Kelompok Ikan Luxurious, Hari Fauzi, membenarkan bahwa hasil budidayanya telah dipasarkan hingga ke luar negeri.
“Pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook. Kami sudah mengekspor ke Amerika, China, dan yang terbaru ke Filipina,” ujarnya.
Hari menambahkan bahwa budidaya ikan cupang telah ia geluti selama hampir lima tahun, dan ia menilai sebagai usaha yang sangat menjanjikan. Namun demikian, masih terdapat kendala terutama terkait pakan.
“Hambatan utama dalam budidaya ikan cupang adalah pakan. Kami berharap pemerintah bisa membantu mengatasi hal tersebut,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)
Editor: Evi
