CIAMIS, galuh.id – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Cabang Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar bakti sosial dengan membersihkan aliran anak Sungai Cikaso, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan ratusan peserta dari sekolah-sekolah Muhammadiyah Banjarsari, MDMC Ciamis, Pemuda Muhammadiyah Banjarsari dan seluruh organisasi otonom Muhammadiyah Banjarsari, serta anggota Koramil 1317/Banjarsari.
Peserta menyisir aliran sungai mulai dari wilayah Dusun Cibeureum RW 08, Desa Cibadak, hingga jembatan yang menjadi batas dengan Desa Banjarsari.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menemukan berbagai jenis sampah di dasar sungai. Di antaranya sampah rumah tangga seperti plastik dan popok sekali pakai, serta ranting bambu dan potongan kayu.
Sampah yang ditemukan, kemudian dipungut dan dimasukkan ke dalam wadah plastik berukuran besar yang selanjutnya dibuang ke TPA Banjaranyar. Dugaannya, sampah tersebut diduga sengaja dibuang oleh oknum warga.
Koordinator lapangan, Agus, mengatakan kegiatan bersih-bersih sungai tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan, khususnya di wilayah yang rawan banjir.
“Ini upaya kami untuk mencegah terjadinya banjir. Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka World Cleanup Day,” ujar Agus di sela kegiatan.
Menurutnya, aliran anak Sungai Cikaso dipilih karena kawasan tersebut termasuk wilayah yang rawan mengalami banjir.
“Daerah ini rawan banjir. Jadi, mumpung belum datang hujan, kita bersihkan sungainya dari berbagai sampah yang ada,” katanya.
Agus berharap setelah dilakukan pembersihan, aliran sungai dapat lancar dan tidak terganggu oleh tumpukan sampah maupun material lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Mudah-mudahan setelah dilakukan pembersihan sungai, tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai. Karena sungai bukan tempat pembuangan sampah,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Koramil 1317/Banjarsari yang juga Babinsa Desa Cibadak, Sertu Totok, mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai.
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dapat menyumbat aliran air dan meningkatkan risiko banjir yang dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
“Kami minta kerja samanya, khususnya warga Dusun Cibeureum, agar tidak membuang sampah ke sungai. Jika melihat ada orang yang akan membuang sampah ke sungai, supaya ditegur,” pungkasnya.
