Ciamis, galuh.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada Senin (9/2/2026) sore mengakibatkan tanggul Sungai Citalahab jebol dan memicu banjir di dua kecamatan, yakni Kecamatan Pamarican dan Kecamatan Cidolog.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB dan menyebabkan luapan air Sungai Citalahab serta Sungai Ciseel merendam permukiman warga.
Di Kecamatan Pamarican, banjir melanda Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari. Air menggenangi kawasan permukiman yang mencakup RT 1 hingga RT 7 RW 2. Sementara itu, di Kecamatan Cidolog, luapan air merendam Dusun Ciparay RT 1 RW 1, Desa Ciparay. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu dan sejumlah rumah tidak dapat ditempati sementara waktu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dampak banjir memaksa puluhan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan sementara, jumlah warga yang mengungsi mencapai 51 jiwa. Para pengungsi tersebut tersebar di dua lokasi, yakni 37 jiwa di Masjid Nurul Haq dan 14 jiwa lainnya di Sekolah atau Madrasah Al-Ikhsan.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Ciamis bersama unsur TNI, Polri, aparat desa, serta relawan bergerak cepat melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Evakuasi warga dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, disertai dengan penyaluran bantuan logistik kedaruratan bagi para pengungsi.
Selain penanganan terhadap warga terdampak, upaya perbaikan infrastruktur juga segera dilakukan. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menurunkan alat berat untuk melakukan penutupan darurat pada tanggul Sungai Citalahab yang jebol guna mencegah meluasnya dampak banjir.
Hingga Senin malam, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut. Meski demikian, warga masih bertahan di lokasi pengungsian sambil menunggu situasi dinyatakan aman dan memungkinkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
BPBD Kabupaten Ciamis terus melakukan pemantauan intensif dan mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang masih dapat terjadi. (GaluhID/Tegar)
