Inovasi Si Budi Dikucir, Strategi Baru Tingkatkan Produktivitas Budidaya Ikan di Ciamis

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Disnakkan Kabupaten Ciamis terus melakukan terobosan dalam sektor perikanan guna meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan para pembudidaya ikan.

Salah satu inovasi terbaru yang diperkenalkan adalah Si Budi Dikucir, sebuah metode Strategi Pengembangan Budidaya Ikan dengan Kincir yang telah terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas perikanan.

Sejak diperkenalkan pada tahun 2024, Si Budi Dikucir menjadi solusi bagi para pembudidaya ikan, khususnya ikan nila, untuk meningkatkan hasil panen secara signifikan.

Metode ini memanfaatkan kincir air sebagai teknologi utama dalam sistem budidaya, yang berperan dalam meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air, sehingga mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.

- Advertisement -

Menurut Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno, sistem Si Budi Dikucir telah menunjukkan hasil yang luar biasa.

Ia menjelaskan bahwa penerapan metode ini pada kolam berukuran 12 bata—yang sebelumnya hanya mampu menghasilkan sekitar 1-2 kuintal ikan—kini dapat meningkatkan produksi hingga 1-2 ton.

“Dengan penggunaan kincir air, sirkulasi air menjadi lebih baik, kadar oksigen meningkat, dan ikan lebih sehat. Ini berdampak langsung pada pertumbuhan ikan yang lebih cepat dan bobot yang lebih besar,” ujar Giyatno saat diwawancarai, Rabu (14/3/2025).

Teknologi ini pun mulai diterapkan di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis, dengan Kampung Nila Kawali sebagai lokasi percontohan utama.

- Advertisement -

Beberapa kolam di wilayah tersebut telah menggunakan sistem kincir air serta memanfaatkan pakan alami, yang semakin mendukung pertumbuhan ikan secara optimal.

Salah satu aspek paling mencolok dari inovasi Si Budi Dikucir adalah tingkat efisiensinya.

Data menunjukkan bahwa sistem ini mampu meningkatkan produksi ikan hingga 300 persen dibandingkan dengan metode budidaya konvensional.

Selain meningkatkan hasil panen, metode ini juga menghasilkan ikan dengan kualitas yang lebih baik.

Salah satu tantangan dalam budidaya ikan air tawar adalah bau tanah yang sering kali melekat pada ikan hasil panen.

Namun, dengan sistem Si Budi Dikucir, ikan yang dibudidayakan memiliki kualitas lebih prima dan tidak berbau tanah, sehingga lebih diminati oleh konsumen di pasar.

Meskipun penerapan metode ini memerlukan tambahan energi untuk mengoperasikan kincir air, biaya operasionalnya tetap terjangkau.

Giyatno menegaskan, pengeluaran tambahan tersebut sebanding dengan peningkatan hasil panen yang diperoleh.

“Meskipun ada biaya tambahan untuk listrik atau tenaga mekanis dalam menggerakkan kincir, namun hasil panen yang berlipat ganda menjadikan metode ini sangat menguntungkan bagi para pembudidaya,” jelasnya.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, inovasi Si Budi Dikucir diharapkan dapat terus dikembangkan dan diadopsi secara luas oleh para pembudidaya ikan di Kabupaten Ciamis.

Program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan produksi ikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Keberhasilan Si Budi Dikucir menjadi bukti bahwa teknologi yang sederhana namun tepat guna dapat membawa perubahan besar dalam sektor perikanan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan di daerah tersebut. (GaluhID/Arul)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Hujan Deras Picu Longsor, Bahu Jalan di Desa Pasawahan Ciamis Rusak

Ciamis, galuh.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, pada Kamis (2/4/2026) malam tidak hanya merusak...

Artikel Terkait