Senin, 2 Agustus 2021
Senin, 2 Agustus 2021
BJB

Jelang Idul Adha, Gubernur Jabar Sarankan Jual Beli Hewan Kurban Secara Online

Berita Jabar, galuh.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah pada 31 Juli 2020, Gubernur Jabar menyarankan masyarakat untuk melakukan jual beli hewan kurban secara online.

Pembagian daging kurban kepada mustahik pun disarankan dilakukan secara door to door.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, anjuran jual beli hewan kurban secara online tersebut bertujuan menghindari potensi munculnya kerumunan.

Sebab, perayaan atau Hari Raya Idul Adha di tahun ini dilaksanakan di tengah pandemi Corona.

“Jual beli hewan kurban kalau bisa secara online. Pakai besek daging kurbannya,” ujar Gubernur, saat rapat bersama Gugus Tugas Covid-19 Cianjur, di Pendopo Cianjur, Jumat (24/7/2020).

Hewan Kurban Bisa Dipotong Hingga H+3

Selain menyarankan jual beli hewan kurban secara online, Gubernur Jabar juga meminta agar pemotongan hewan kurban tidak semua dilaksanakan pada hari raya.

Karena sesuai syariat, pemotongan hewan kurban juga bisa dilaksanakan hingga H+3 Idul Adha.

”Jangan paksakan semua memotong di hari H. Sesuai syariat, pemotongan bisa hingga H+3 Idul Adha,” jelas Gubernur yang biasa disapa Kang Emil ini.

Kang Emil juga merekomendasikan pembagian daging hewan kurban kepada mustahik dilakukan secara door to door, guna mencegah potensi adanya kerumunan.

Ia mengatakan, Karang Taruna dan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten dapat terlibat dalam proses pembagian daging hewan kurban.

Tingkatkan Pengetesan Metode PCR

Dalam rapat tersebut, Gubernur Jabar juga mengapresiasi Kabupaten Cianjur yang masuk zona kuning (resiko rendah) status kewaspadaan penularan Covid-19.

Untuk itu, ia meminta kepada Gugus Tugas Kabupaten Cianjur meningkatkan pengetesan dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), agar kasus Covid-19 tak bertambah.

“Saya apresiasi Cianjur masuk zona resiko rendah (kuning). Untuk menjaga agar bertahan atau kasus tidak bertambah maka kuncinya adalah testing,” jelasnya.

Dar hasil kajian epidemilogi, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Cianjur didominasi oleh kasus impor (imported case). Sehingga pengetesan masif perlu dilakukan di pintu-pintu masuk dan destinasi wisata.

“Harus melakukan test masif kepada pendatang. Kalau Cianjur mau aman. Tiap akhir pekan saya yakin banyak yang datang ke lokasi wisata Cianjur,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan