Kamis, 15 April 2021
Kamis, 15 April 2021
BJB

Kecewa Pilkades Ditunda, Ratusan Calon Kades di Ciamis Unjuk Rasa

Berita Ciamis, galuh.id – Kecewa Pilkades ditunda, ratusan Calon Kades di Ciamis melakukan aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor sekretariat daerah (Setda) Kabupaten Ciamis, Kamis (13/8/2020).

Para calon Kades atau kepala desa tersebut datang ke Setda ingin meminta Bupati Ciamis agar melawan keputusan Mendagri terkait penundaan pelaksanaan Pilkades.

Aep Zaman, salah satu calon Kades Utama, Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, dalam orasinya mengatakan, seluruh calon Kades menginginkan pelaksanaan Pilkades bisa dilaksanakan sesuai jadwal.

“Semua calon Kades meminta ke Bupati Ciamis. Agar pelaksanaan Pilkades dilaksankan sesuai waktu yang ditetapkan,” ujar Aep.

Upaya Bupati Ciamis untuk konsultasi ke Kemendagri, kata Aep, sangat dihargai oleh para calon Kades dan masyarakat. Meski hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Maka dari itu, para calon kepala desa ini memohon kepada Bupati Ciamis Herdiat Sunarya agar bisa melawan keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

”Kalau takut kami siap menemani Bupati Ciamis untuk menemui Mendagri ke Jakarta,” katanya.

Kecewa Pilkades Ditunda Calon Kades di Ciamis Merasa Dipermainkan

Menurut Aep, keputusan Mendagri menunda Pilkades tersebut sangat mengecewakan masyarakat Ciamis, para calon kepala desa, serta panitia pemilihan.

Apalagi Pilkades ditunda dengan alasan Covid-19. Tapi tempat umum seperti pasar, mall dan lainnya dibuka. Ia pun meminta Mendagri mempertimbangkan hal tersebut.

Tahapan pilkades di Ciamis sekarang sudah masa tenang. Karena tinggal 2 hari lagi pemilihan. Sehingga keputusan penundaan ini sangat mempermainkan calon kepala desa.

”Pengamanan di semua TPS sudah siap. Protokol kesehatan juga sudah diterapkan. Tapi kenapa kami dipermainkan dengan keputusan Mendagri,” jelasnya.

Minta Mendagri Pertimbangkan Keputusan

Aep meminta Mendagri untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Karena di Kabupaten Ciamis tidak mengadakan Pilkada dan Ciamis juga kondusif.

Sebelumnya, tahapan pilkades juga sudah ditunda karena alasan pandemi Covid-19. Saat itu, para calon kepala desa menerimanya demi kesehatan dan keselamatan bersama.

Namun, penundaan kali ini berbeda. Para calon kepala desa merasa kecewa dan dipermainkan. Karena tahapan Pilkades di Ciamis sudah tinggal menghitung hari.

”Sudah mau finish malah ditunda. Saya minta mendagri pertimbangkan lagi. Mengizinkan pilkades dilaksanakan sesuai waktu yang ditentukan,” tandasnya.

Pemda dan Calon Kades Kaget

Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, Surat Mendagri tentang penundaan Pilkades mendapat reaksi luar biasa dari masyarakat Ciamis. Utamanya para calon Kades dan panitia.

Sebab, Pilkades sudah menempuh berbagai tahapan dan sudah ditetapkan untuk dilaksanakan pada tanggal 15 agustus 2020.

”Tentu ini sangat mengagetkan kita semua. Baik pemerintah daerah maupun para calon. Termasuk juga masyarakat,” ujarnya.

Herdiat sebelumnya sudah ke Jakarta menemui Mendagri untuk mengupayakan agar Pilkades Ciamis bisa tetap dilaksanakan sesuai waktu yang ditetapkan.

Namun, hasilnya tak sesuai harapan. Mendagri yang diwakili Dirjen Pemdes memutuskan tetap mempedomani surat tanggal 10 tentang penundaan Pilkades.

”Karena ada kepentingan nasional yang lebih berskala besar. Tetap dipedomani tanggal 10 tentang penundaan pilkades,” katanya.

Meski demikian, Herdiat mengaku akan terus mengupayakan agar Pilkades Ciamis bisa dilaksanakan. Mengingat kondusitas masyarakat sangat rawan apabila ditunda.

Usai berorasi di depan Gedung Setda Ciamis, ratusan calon Kades yang kecewa karena Pilkades ditunda Mendagri kemudian melanjutkan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Ciamis. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,739FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya