KONI Kota Banjar Desak Pemkot, Pertahankan Atlet Jelang Porprov

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Menjelang gelaran Porprov Jabar, dunia olahraga Kota Banjar memanas, dua atlet andalan yakni Akbar Abud Afdalah dan Ari Febriansyah dikabarkan akan hengkang untuk membela daerah lain.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak, termasuk KONI Kota Banjar, yang langsung melakukan audiensi dengan Walikota Banjar, Sudarsono.

Tujuannya yaitu memastikan pemerintah mengambil sikap tegas sebelum aset berharga daerah benar-benar pergi.

Akbar dan Ari adalah atlet balap motor yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional. Namun, mereka mengaku kurang mendapat perhatian dan fasilitas pembinaan dari Pemerintah Kota Banjar.

- Advertisement -

Ketidakjelasan jenjang karier dan minimnya dukungan membuat mereka mempertimbangkan pindah ke daerah lain yang dinilai lebih menghargai potensi mereka.

Ketua KONI Kota Banjar, Soedrajat Argadireja atau Ajat Doglo, menyampaikan keprihatinannya. Ia menegaskan pentingnya pemerintah menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pembinaan atlet.

“Kalau tidak ada kepastian, wajar jika mereka mencari tempat yang lebih menjamin masa depan mereka. Ini bukan sekadar soal bonus, tapi soal perhatian, dukungan, dan pembinaan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (22/7/2025).

Atlet Terancam Hengkang Jelang Porprov

Dalam audiensi dengan Walikota, KONI juga menyoroti kepindahan atlet Indra Fauzi Wijaya dari cabang olahraga Getball yang sudah menjalani proses mutasi ke luar daerah.

- Advertisement -

Sementara itu, mutasi Akbar belum final sehingga masih ada peluang untuk mempertahankannya.

“Kita sudah sampaikan ke pak walikota. Tiga atlet siap pergi, satu sudah pasti, satu lagi masih bisa dipertahankan. Tapi apakah pemerintah bersedia memperjuangkan mereka?” kata Ajat Doglo.

Akbar Abud sendri merupakan aset berharga Kota Banjar, salah satu yang mempersembahkan medali emas dalam Kejuaraan PON di Aceh.

“Kita pahami bahwa berkaitan dengan kepindahan itu adalah hak sepenuhnya atlet. Karena mereka juga punya kebebasan untuk bisa berkiprah. Tapi minimal ikut memperjuangkan hak atlet sesuai kapasitasnya,” ungkap Ajat.

Sebagai pembina olahraga, KONI menyadari masih banyak kekurangan dalam pembinaan atlet. Namun menurut Ajat, harus ada upaya serius agar kejadian seperti ini tidak terulang.

Pihaknya berharap pemerintah segera ambil sikap tegas jelang keikutsertaan Kota Banjar di Porprov. Kata Ajat, isu ini bukan hal baru dan sudah disampaikan jauh-jauh hari.

“Jangan tunggu sampai terlambat. Ketegasan pemerintah akan menentukan masa depan atlet dan nama baik Kota Banjar di kancah olahraga provinsi,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Banjar Sudarsono menyatakan komitmennya untuk mempertahankan para atlet. Karena keterbatasan anggaran daerah (APBD), ia akan mencoba mencari solusi alternatif.

“Kita akan upayakan bantuan melalui CSR perusahaan-perusahaan BUMN di Kota Banjar,” ujarnya. (GaluhID/Teja)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Siswi Ciamis Ukir Prestasi Internasional, Bawa Persib Putri U-12 Juara di Singapura

Ciamis, galuh.id — Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah asal Banjarsari Ciamis, Suci Nurani (12), sukses mengharumkan nama daerah setelah turut...

Artikel Terkait