Ciamis, galuh.id,– Kesadaran masyarakat Kabupaten Ciamis terhadap pentingnya asupan protein hewani terus menunjukkan tren positif.
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis mencatat, Konsumsi Ikan Masyarakat (KIM) tahun 2025 mencapai 21,52 kilogram per kapita.
Capaian tersebut tergolong sangat baik karena melampaui rata-rata konsumsi ikan masyarakat Provinsi Jawa Barat yang berada di angka 20,10 kilogram per kapita.
Perubahan dari AKI ke KIM
Kepala Disnakkan Ciamis, A. Wahyu Radityananto melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesmavet, drh. Asri Kurnia, menjelaskan bahwa KIM merupakan pembaruan istilah dari sebelumnya Angka Konsumsi Ikan (AKI).
Perubahan nomenklatur tersebut mengacu pada kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia terkait sistem penghitungan konsumsi ikan masyarakat.
“Ada transisi perubahan nama dari Angka Konsumsi Ikan menjadi Konsumsi Ikan Masyarakat. Perubahannya bukan sekadar nama, tetapi juga pada parameter perhitungannya yang kini lebih komprehensif,” ujar Asri, Kamis (26/2/2026).
Parameter Lebih Luas dan Komprehensif
Jika sebelumnya AKI hanya menghitung konsumsi di tingkat rumah tangga, kini KIM mencakup sektor yang lebih luas, antara lain:
-
Konsumsi rumah tangga
- Advertisement - -
Hotel dan restoran
-
Dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG
-
Konsumsi komoditas ikan yang masuk dari luar daerah
“Dalam program MBG, banyak komoditas ikan masuk ke Ciamis, termasuk ikan fillet dari luar daerah. Itu juga masuk dalam perhitungan KIM,” jelasnya.
Pendekatan ini dinilai memberikan gambaran yang lebih akurat terhadap pola konsumsi masyarakat.
Indikasi Daya Beli dan Pola Pikir Sehat
Asri menilai tingginya angka KIM di Tatar Galuh Ciamis menjadi sinyal positif terhadap daya beli sekaligus perubahan pola pikir masyarakat yang semakin memprioritaskan pangan bergizi.
“Ini indikasi bahwa sosialisasi gemar makan ikan mulai membuahkan hasil. Masyarakat semakin sadar bahwa investasi terbaik adalah kesehatan dan gizi keluarga,” terangnya.
Peningkatan konsumsi ikan juga berkorelasi dengan upaya pencegahan stunting serta penguatan ketahanan pangan daerah.
Kampanye Gemar Makan Ikan Terus Digencarkan
Ke depan, Disnakkan Ciamis akan terus menggencarkan edukasi dan kampanye gemar makan ikan guna menjaga tren positif tersebut.
“Upaya jemput bola melalui edukasi dan kampanye akan terus kami lakukan agar kesadaran konsumsi ikan tetap terjaga dan meningkat,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
