Banjar, galuh.id – Dalam semangat kemerdekaan dan kebajikan yang menyala-nyala, DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar menggelar Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dan Konfercab ke-3.
Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen dalam membangun gerakan mahasiswa yang progresif dan berpijak pada nilai-nilai ideologi bangsa.
Acara yang berlangsung dengan semarak ini diikuti oleh 42 anggota dan kader GMNI. Berasal dari 5 komisariat di bawah DPC GMNI Kota Banjar. Turut hadir perwakilan dari DPC GMNI Ciamis, Kota Tasikmalaya, dan Garut.
Irwan Herwanto selaku Ketua Badan Pekerja KTD dan Konfercab sekaligus Sekretaris DPC GMNI Kota Banjar, membuka acara dengan penuh semangat dan menyampaikan sambutan hangat.
“Lenyapkan steriliteit dalam gerakan mahasiswa. Nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen,” ucap Irwan, Minggu (20/7/2025).
Kutipan Bung Karno yang menjadi pijakan ideologis kegiatan ini kembali bergema. Sebagai peringatan bagi generasi muda agar tidak mandul dalam pemikiran dan perjuangan.
“GMNI sebagai wadah mahasiswa yang menjunjung Pancasila dan Marhaenisme, ditantang untuk tetap konsisten dan militan dalam merawat api perjuangan,” ungkapnya.
KTD GMNI Ajang Diskusi Isu Nasional
Dalam pidatonya, Irwan juga menekankan bahwa steriliteit yang berarti kemandulan, harus lenyap dari gerakan mahasiswa. Baik dalam aspek pemikiran maupun tindakan.
Menurutnya, semangat ini menjadi kritik konstruktif agar kader GMNI tidak terjebak dalam rutinitas kosong. Melainkan tetap setia memperjuangkan nilai-nilai kerakyatan.
Tema besar yang di usung pada KTD dan Konfercab tahun ini adalah pancasila dan marhaenisme sebagai landasan gerakan mahasiswa yang progresif.
“Tema ini sangat relevan dengan tantangan bangsa Indonesia saat ini,” tegasnya.
Irwan menyampaikan bahwa Pancasila sebagai dasar negara dan Marhaenisme sebagai ideologi harus menjadi kompas perjuangan bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika sosial dan politik nasional.
Agenda KTD dan Konfercab tidak hanya menjadi ajang kaderisasi dan pemantapan ideologi. Tapi juga wadah diskusi strategis tentang berbagai isu nasional serta arah gerakan mahasiswa ke depan.
Harapannya, kegiatan ini mampu meningkatkan kapasitas dan komitmen kader dalam menjalankan misi perjuangan GMNI secara nyata di tengah masyarakat.
“Semoga agenda ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran ideologis. Serta komitmen para kader dalam memperjuangkan rakyat dan membangun daerah Banjar tercinta,” pungkasnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
