Dipercaya Kembali Pimpin BAZNAS, Lili Miftah Siapkan Strategi Besar Penguatan Zakat di Ciamis

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis memasang target penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp30,6 miliar pada 2026.

Target tersebut akan dicapai melalui penguatan tata kelola zakat berbasis desa, optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta perluasan program pemberdayaan masyarakat.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis periode 2026–2031, Drs. H. Lili Miftah, MBA mengatakan, kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya menjadi amanah untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang semakin profesional, transparan, akuntabel, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami. Zakat tidak hanya harus berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, penguatan keadilan sosial, dan peningkatan kesejahteraan umat,” ujarnya.

- Advertisement -

Menurut Lili, penguatan jaringan UPZ menjadi salah satu program prioritas dalam lima tahun ke depan. Saat ini seluruh 265 desa dan kelurahan di Kabupaten Ciamis telah memiliki UPZ yang didukung oleh jaringan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, sekolah, masjid, perguruan tinggi, BUMD, perusahaan, hingga berbagai lembaga lainnya.

Secara keseluruhan, BAZNAS Ciamis kini memiliki lebih dari 400 UPZ dengan jumlah pengurus yang telah melampaui 1.000 orang.

“Sepengetahuan kami, Ciamis menjadi satu-satunya kabupaten di Indonesia yang telah memiliki jaringan UPZ hingga tingkat desa dan kelurahan. Ini merupakan kekuatan besar untuk membangun gerakan zakat yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.

Ke depan, setiap desa dan kelurahan ditargetkan memiliki sedikitnya tiga orang pengelola UPZ. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para muzaki maupun mustahik sehingga proses penghimpunan dan pendistribusian zakat menjadi lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.

- Advertisement -

Lili menjelaskan, sistem pengelolaan zakat di Ciamis juga memiliki karakteristik tersendiri. Dana zakat yang dihimpun UPZ desa tidak seluruhnya disetorkan ke BAZNAS Kabupaten, tetapi sebagian tetap dikelola di tingkat desa untuk memenuhi kebutuhan mustahik setempat.

“Dengan sistem tersebut, bantuan dapat disalurkan lebih cepat sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah, sehingga manfaat zakat benar-benar dirasakan secara langsung,” jelasnya.

Selain memperkuat tata kelola zakat, BAZNAS Ciamis terus mengembangkan Program Kampung Zakat sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Hingga pertengahan 2026 telah terbentuk 12 Kampung Zakat di sejumlah wilayah.

Pada tahun ini, BAZNAS menargetkan setiap kecamatan di Kabupaten Ciamis memiliki sedikitnya satu Kampung Zakat yang berfungsi sebagai pusat pengembangan ekonomi umat berbasis zakat.

“Kami ingin Kampung Zakat tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan, tetapi menjadi pusat pemberdayaan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.

Di sisi penghimpunan, target yang ditetapkan BAZNAS RI kepada Kabupaten Ciamis pada 2026 mencapai Rp30,6 miliar atau meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar sekitar Rp27,5 miliar.

Hingga akhir Juni 2026, penghimpunan ZIS telah mencapai sekitar Rp17 miliar atau lebih dari 55 persen dari target tahunan.

“Capaian semester pertama menjadi modal yang sangat baik. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai berkat dukungan pemerintah daerah, ASN, dunia usaha, para muzaki, serta masyarakat yang terus menunjukkan kepercayaan kepada BAZNAS,” katanya.

Selain meningkatkan penghimpunan zakat, BAZNAS Ciamis akan terus memperkuat berbagai program sosial dan pemberdayaan, mulai dari bantuan pendidikan, layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, santunan anak yatim, bantuan fakir miskin, penanganan kebencanaan, renovasi rumah tidak layak huni, hingga pengembangan usaha produktif bagi mustahik.

“Semakin besar zakat yang berhasil dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Itulah komitmen kami untuk menjadikan BAZNAS Ciamis semakin dipercaya, profesional, dan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Menuju Indonesia Emas 2045, Ciamis Transformasikan Posyandu Jadi Pusat Layanan Terpadu

Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen memperkuat peran Posyandu melalui transformasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan pelatihan diikuti 292 peserta untuk meningkatkan kapasitas kader dalam pelayanan dasar yang terpadu. Kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait