CIAMIS, galuh.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, menyebabkan tanah longsor pada Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Material longsor menutup sebagian ruas Jalan Cimaragas–Cidolog dan mengganggu arus lalu lintas.
Peristiwa longsor Ciamis ini terjadi di Blok Tikungan Arit, Dusun Cikuya RT 019 RW 005, Desa Raksabaya.
Longsor Cimaragas Dipicu Hujan Berintensitas Tinggi
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, longsor dipicu intensitas hujan tinggi yang membuat tebing di sekitar lokasi tidak mampu menahan debit air.
Akibatnya, material tanah dan batu meluncur ke badan jalan hingga menutup sebagian akses utama penghubung Cimaragas–Cidolog.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun sebagian badan jalan tertutup material longsor sehingga akses lalu lintas terganggu,” ujar Ani Supiani.
Akses Jalan Dialihkan, Evakuasi Sementara Dihentikan
Petugas gabungan dari Pemerintah Kecamatan Cimaragas, Pemerintah Desa Raksabaya, unsur TNI-Polri, serta masyarakat setempat langsung melakukan penanganan awal dengan membersihkan material longsoran.
Namun, berdasarkan hasil koordinasi bersama pemerintah desa dan kepolisian setempat, proses evakuasi sementara dihentikan menjelang malam hari.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi longsor susulan mengingat:
-
Material longsoran masih cukup panjang
-
Kondisi tanah masih labil
-
Cuaca belum sepenuhnya stabil
Untuk sementara, ruas Jalan Cimaragas–Cidolog di Blok Tikungan Arit ditutup dan arus lalu lintas dialihkan demi keselamatan pengguna jalan.
Proses pembersihan akan dilanjutkan dengan tetap memperhatikan faktor keamanan.
BPBD Ciamis Imbau Warga Waspada Longsor
BPBD Ciamis mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras.
Pemantauan situasi terus dilakukan guna memastikan kondisi tetap terkendali dan mencegah dampak yang lebih luas.
Peristiwa longsor Cimaragas ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Ciamis. (GaluhID/Tegar)
