Pangandaran, galuh.id – Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menyimpan tiga terowongan kereta api bersejarah dengan karakteristik unik yang memikat.
Selain menyuguhkan cerita masa lalu, terowongan-terowongan ini menyimpan potensi besar untuk reaktivasi jalur kereta api yang akan membangkitkan ekonomi dan pariwisata lokal.
- Terowongan Hendrik: Perpaduan Batu Breksi dan Beton Kokoh
Dengan panjang 106 meter, tinggi 5 meter, dan lebar 4 meter, Terowongan Hendrik memukau dengan mulut terowongan yang terbuat dari batu kali di bagian selatan.
Atapnya diperkuat dengan beton kokoh, mencerminkan kekuatan konstruksi masa lampau.
Di kedua sisi terowongan terdapat drainase selebar 20 cm dan dalam 20 cm, menunjukkan perhatian detail terhadap fungsi dan daya tahan.
Menembus perbukitan batu breksi, terowongan ini membawa nuansa alam yang autentik.
- Terowongan Wilhelmina: Sang Juara Panjang di Indonesia
Dengan panjang menakjubkan 1.116 meter, Terowongan Wilhelmina memegang predikat sebagai terowongan kereta api terpanjang di Indonesia.
Mulut terowongan setinggi 450 cm dan lebar 400 cm memberikan kesan monumental.
Bentuknya yang lurus memberikan pemandangan titik cahaya yang jauh di ujung, namun kegelapan di tengah-tengahnya menghadirkan suasana misterius.
Keunikan ini semakin menambah daya tarik bagi para wisatawan dan pecinta sejarah.
- Terowongan Juliana: Berliku dan Sarat Keindahan
Memiliki panjang 147 meter, Terowongan Juliana berbeda dengan yang lain karena jalurnya yang berbelok di bagian tengah.
Mulut terowongan berbentuk setengah lingkaran di atas dan persegi di bawahnya, memberikan ciri khas tersendiri. Keunikan desain ini menjadikan Juliana layak jadi destinasi wisata sejarah.
Terowongan Bersejarah dan Reaktivasi Jalur Kereta
Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi, menyampaikan pentingnya reaktivasi jalur kereta api dari Banjar ke Cijulang Pangandaran.
Menurutnya, jalur ini menawarkan panorama alam yang memikat, mulai dari perbukitan hingga wisata Pantai Karangnini.
“Setelah melewati terowongan, pemandangannya langsung menyuguhkan keindahan alam dan laut yang luar biasa,” ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa reaktivasi jalur ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian dan pariwisata desa.
“Kami sangat bersyukur jika reaktivasi ini dilakukan, karena dapat menghidupkan perekonomian dan wisata desa,” katanya.
Dengan segala pesona dan potensi yang dimiliki, ketiga terowongan ini menjadi bukti sejarah yang masih dapat memberikan manfaat besar di masa kini. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
