Rabu, Februari 4, 2026

Menteri Lingkungan Hidup Nilai Ciamis Punya Potensi Urai Krisis Sampah Nasional

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menilai Kabupaten Ciamis memiliki potensi dalam mengurai krisis sampah nasional.

Penilaian tersebut Hanif sampaikan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah wilayah di Ciamis, Minggu (1/2/2026).

Kedatangan Menteri LH tersebut untuk menilai langsung pengelolaan sampah sebagai bagian dari proses penilaian Penghargaan Adipura 2026.

Berbeda dari kunjungan seremonial, Hanif memilih turun langsung ke pelosok desa hingga sudut-sudut wilayah kabupaten.

- Advertisement -

Langkah ini untuk memastikan kondisi faktual di lapangan sekaligus mengukur sejauh mana keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Hanif menegaskan bahwa tantangan pengelolaan sampah di wilayah kabupaten jauh lebih kompleks dibandingkan di kota.

Luas wilayah, persebaran penduduk, serta keterbatasan infrastruktur menjadi faktor utama yang harus dihadapi.

“Kabupaten dan kota itu sangat berbeda. Kalau kota terjadi konsentrasi penanganan yang relatif lebih mudah dimanajemeni. Tetapi kabupaten tidak sesederhana itu. Karena itu saya sengaja masuk langsung ke pelosok,” ujarnya.

- Advertisement -

Dari hasil peninjauan lapangan, Hanif mengaku menemukan keunggulan yang jarang ia temui di daerah lain.

Di sejumlah pelosok desa Kabupaten Ciamis, warga telah menerapkan pemilahan sampah dari rumah. Meskipun tinggal di lingkungan dengan keterbatasan sarana dan kondisi rumah tidak layak huni.

“Di pelosok desa, di sudut-sudut kabupaten, orang sudah memilah sampah. Ini nilai penting yang belum pernah saya temukan di kabupaten lain,” ungkapnya.

Menurut Hanif, kesadaran masyarakat tersebut merupakan modal sosial yang sangat kuat.

Jika didukung kebijakan dan sistem pengelolaan yang konsisten, Ciamis berpotensi menjadi contoh nasional dalam penanganan sampah berbasis partisipasi warga.

Bahkan, ia menyebut Ciamis sebagai daerah dengan potensi tertinggi untuk memulai penyelesaian krisis sampah nasional.

“Insyaallah mulai dari Ciamis kita akan urai krisis sampah nasional. Ini bukan jargon. Hari ini yang paling tinggi potensinya masih Ciamis,” tegasnya.

Ciamis Potensi Urai Krisis Sampah Nasional

Meski memberikan apresiasi, Hanif juga mencatat masih adanya persoalan mendasar. Khususnya pada sampah bernilai rendah yang masih dibuang sembarangan, dibakar, atau mencemari sungai.

“Ini masih menjadi pekerjaan rumah Pak Bupati. Kalau semua indikator sudah terpenuhi secara sempurna, barulah itu disebut Adipura Kencana,” katanya.

Hanif menegaskan penilaian Adipura pelaksanaannya secara objektif dan menyeluruh.

Tim penilai bahkan mewawancarai kepala desa secara langsung tanpa pendampingan kepala daerah, guna memastikan perolehan data yang benar-benar faktual.

Ia berharap dalam beberapa hari ke depan, Pemkab Ciamis dapat melakukan langkah percepatan sebelum penetapan Adipura.

“Terus bekerja keras. Jadikan Ciamis contoh nasional. Dari 514 kabupaten/kota, masa tidak ada yang purna. Dari Ciamis kita tuntaskan tugas ini untuk Indonesia,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya secara terbuka mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam pengelolaan sampah modern di daerahnya.

Hingga saat ini, Pemkab Ciamis belum mampu mengelola sampah secara optimal menggunakan teknologi mesin.

“Dengan keterbatasan anggaran, kami belum bisa bergerak leluasa. Pengelolaan sampah berbasis mesin belum sepenuhnya bisa kami lakukan,” ujarnya.

Meski demikian, Herdiat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong keterlibatan masyarakat. Terutama melalui kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.

“Saat ini kami mengandalkan peran serta masyarakat untuk memilah sampah mulai dari rumah masing-masing,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan besar menjadikan Ciamis sebagai daerah terbersih. Tidak hanya di Jawa Barat, tetapi juga di tingkat nasional bahkan dunia.

Harapan, target tersebut dapat terwujud melalui raihan Penghargaan Adipura 2026. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
- Advertisement -
Berita Terbaru

PSGC Ciamis Terhenti di Semifinal Liga Nusantara Usai Takluk dari Dejan FC

Langkah PSGC Ciamis di ajang Liga Nusantara musim ini harus terhenti di babak semifinal setelah menelan kekalahan 0-2 dari...

Artikel Terkait

Eksplorasi konten lain dari Galuh.ID

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca