Ciamis, galuh.id – Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Plus Al Hidayah Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, menjalin kolaborasi dengan Scholarik Indonesia dalam membangun sistem pengasuhan dan pengawasan peserta didik berbasis digital.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis madrasah dalam menjawab tantangan pengasuhan anak di era digital yang semakin kompleks.
Kerja sama tersebut disosialisasikan melalui kegiatan bertajuk “Transformasi Sistem Pengasuhan dan Pengawasan di MIS Al Hidayah dari Cara Lama ke Cara Digital” yang digelar pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Kegiatan ini menghadirkan Founder sekaligus CEO Scholarik Indonesia, Arik Kristanto, sebagai pemateri utama dan diikuti oleh wali santri bersama peserta didik MIS Plus Al Hidayah.
Kepala MIS Al Hidayah Cimari, Oman Abdul Rohman, S.Pd.I, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Scholarik Indonesia merupakan bagian dari komitmen madrasah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam aspek pengasuhan dan pengawasan anak.
“Kami melihat perlunya sistem yang lebih adaptif dan terintegrasi antara sekolah dan orang tua. Melalui kerja sama ini, pengasuhan dan pengawasan anak tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi dilakukan secara kolaboratif berbasis teknologi,” ujar Oman Rohman.
Menurutnya, sistem pengasuhan dan pengawasan digital yang dikembangkan bersama Scholarik Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi orang tua dalam menerapkan pola asuh modern yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan madrasah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang modern parenting, penguatan pola asuh modern di lingkungan MIS Plus Al Hidayah, serta simulasi penggunaan aplikasi Scholarik Indonesia dalam mendukung pengasuhan dan pengawasan digital. Aplikasi ini memungkinkan orang tua untuk memantau perkembangan anak secara lebih terstruktur, baik dari sisi akademik maupun perilaku keseharian.
Oman menegaskan bahwa penerapan sistem digital ini tidak menghilangkan peran sentral orang tua, melainkan memperkuat keterlibatan mereka dalam proses pendidikan anak.
“Teknologi hanyalah alat. Nilai utama tetap pada akhlak, karakter, dan pembiasaan positif. Sistem digital ini kami jadikan sebagai pendukung agar pengawasan dan pengasuhan anak bisa lebih efektif dan transparan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi dengan Scholarik Indonesia, MIS Plus Al Hidayah Cimari berharap dapat menjadi model madrasah yang mampu memadukan nilai-nilai pendidikan Islam dengan pemanfaatan teknologi secara bijak. Ke depan, madrasah ini menargetkan terwujudnya sistem pengasuhan dan pengawasan yang modern, terintegrasi, serta berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
