Pelajar SMK Kota Banjar Terjerumus Narkoba

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kota Banjar yang masih duduk di kelas X terjerumus dalam jerat narkoba.

Kejadian ini mengejutkan pihak sekolah, yang mengaku kecolongan meski telah memberikan edukasi tentang bahaya narkoba.

Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, Imam Prayoga, mengonfirmasi kasus ini.

“Yang bersangkutan baru kelas X, dan orang tuanya sudah datang ke sekolah untuk berkoordinasi terkait kejadian tersebut,” ujarnya, Rabu (16/4/2025).

- Advertisement -

Menurut Imam, pihak sekolah telah memberikan peringatan keras bahwa siswa yang menggunakan atau mengedarkan narkoba akan dikeluarkan.

Meski demikian, Imam mengungkapkan dilema yang pihak sekolah hadapi.

“Kalau di keluarkan, kasihan. Mereka masih muda, masih panjang perjalanan untuk menuntut ilmu. Makanya kami terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian seperti apa ke depannya,” tutur Imam.

Saat ini, pihak sekolah tengah berkoordinasi dengan Polres Banjar untuk menentukan langkah hukum yang tepat.

- Advertisement -

Sementara itu, pelajar yang terjerumus narkoba tetap menjalani aktivitas sekolah seperti biasa.

“Keseharian anak tersebut di sekolah baik-baik saja, tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Mungkin pengaruh buruk dari pergaulan,” tambahnya.

Kasus ini menjadi bagian dari pengungkapan besar oleh Polres Banjar.

Dalam 10 hari terakhir, Polres Banjar telah mengungkap enam kasus narkoba dengan total 10 tersangka.

Di antara mereka, tiga pelajar di bawah umur berinisial RS, SNW, dan AP diduga menggunakan tembakau sintetis. (GaluhID/Teja)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Permudah Pelajar Miliki KTP-el, Disdukcapil Ciamis Luncurkan WASTU KANCANA

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan untuk menerapkan inovasi WASTU KANCANA. Program ini bertujuan memudahkan perekaman KTP elektronik bagi pelajar, mendukung kelancaran Sistem Penerimaan Murid Baru 2026, dan meningkatkan kesadaran administrasi kependudukan di kalangan pelajar.

Artikel Terkait