Ciamis, galuh.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmen kuat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan melalui Apel Aksi Nyata bertajuk “Ciamis Lebih Bersih: Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita” yang digelar di Stadion Galuh Ciamis, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam merespons kondisi darurat sampah nasional yang kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
Apel utama dipusatkan di Stadion Galuh Ciamis dan dilaksanakan secara serentak di seluruh kecamatan se-Kabupaten Ciamis melalui sambungan virtual Zoom. Pola pelaksanaan ini dirancang untuk memastikan pesan, arahan, dan kebijakan pemerintah daerah dapat diterima secara menyeluruh hingga ke tingkat wilayah, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor.
Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kementerian Agama (Kemenag), seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat kecamatan, kepolisian, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen kolektif pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola kebersihan lingkungan yang terpadu dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatanganan Fakta Integritas pengelolaan kebersihan dan penanganan sampah. Fakta Integritas tersebut ditandatangani oleh unsur Forkopimda, Kemenag, dan seluruh OPD di tingkat kabupaten. Secara bersamaan, para camat di seluruh kecamatan juga menandatangani Fakta Integritas di wilayah masing-masing, baik secara langsung maupun melalui sambungan virtual.
Penandatanganan Fakta Integritas ini menjadi penegasan keseriusan Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menjalankan kebijakan kebersihan lingkungan secara konsisten dan terukur, serta memastikan tidak adanya pembiaran terhadap persoalan sampah di seluruh wilayah.
Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, yang bertindak sebagai inspektur upacara, dalam arahannya menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Nasional di Sentul yang dihadiri Presiden Republik Indonesia bersama jajaran menteri kabinet, Kapolda, gubernur, Pangdam, serta para bupati dan wali kota se-Indonesia.
Dalam rapat tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sektor pariwisata. Penumpukan sampah terjadi di berbagai daerah, termasuk di kawasan wisata nasional, yang berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan.
Sejalan dengan kondisi tersebut, pemerintah pusat menetapkan kebijakan sanksi tegas bagi daerah yang dinilai kotor atau sangat kotor. Penilaian dilakukan melalui tiga kategori, yakni daerah bersih, daerah kotor, dan daerah sangat kotor. Bahkan, di sejumlah daerah, kelalaian dalam pengelolaan sampah telah berujung pada sanksi hukum terhadap oknum pejabat.
“Kabupaten Ciamis tentu tidak ingin masuk dalam kategori daerah bermasalah dan berhadapan dengan hukum hanya karena pengelolaan lingkungan yang kurang baik,” tegas Bupati Herdiat.
Bupati Herdiat juga mengungkapkan bahwa pada 1 Januari lalu, Menteri Lingkungan Hidup melakukan kunjungan kerja mendadak ke Kabupaten Ciamis tanpa pemberitahuan resmi. Dalam kunjungan tersebut, masih ditemukan sebagian masyarakat yang belum sepenuhnya menerapkan pengelolaan sampah dengan baik, seperti pembuangan sampah organik ke sungai, pembakaran sampah, serta penumpukan sampah di sekitar permukiman dan area pasar.
Meski demikian, secara nasional, Kabupaten Ciamis masih termasuk daerah dengan penilaian terbaik dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dan bahkan memperoleh nilai tertinggi, meskipun tetap disertai sejumlah catatan perbaikan yang harus segera ditindaklanjuti.
Bupati Herdiat menuturkan bahwa keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah, mengingat pembangunan sistem pengolahan sampah berbasis teknologi membutuhkan anggaran yang sangat besar. Namun, partisipasi aktif masyarakat dan kuatnya budaya gotong royong menjadi modal utama Kabupaten Ciamis dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Rasa tanggung jawab dan semangat gotong royong masyarakat Ciamis merupakan kekuatan besar. Ini menjadi modal dasar untuk merawat dan memajukan Ciamis,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut apel, kegiatan dilanjutkan dengan kerja bakti kebersihan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis. Aksi nyata kebersihan menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Stadion Galuh, Pasar Subuh, Pasar Manis Ciamis, Terminal, hingga kawasan Jambansari dan Maleber.
Melalui apel dan aksi nyata tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa gerakan Ciamis Lebih Bersih tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi komitmen bersama dan budaya berkelanjutan demi terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. (GaluhID/Tegar)
