CIAMIS, galuh.id — Kasus dugaan pencurian motor di Ciamis kembali terjadi. Seorang mahasiswi Universitas Galuh, Dwi Febrianti Nursejati, menjadi korban setelah sepeda motor miliknya diduga dibawa kabur oleh pria berinisial A yang baru satu minggu tinggal di kos temannya.
Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Ciamis pada waktu Maghrib, sekitar pukul 18.30 WIB.
Modus Pinjam Motor Saat Hujan Deras
Menurut keterangan korban, saat itu ia tengah berada di kos temannya ketika terduga pelaku turun ke lantai bawah dan meminjam sepeda motor melalui temannya.
“Waktu itu hujan, dia turun ke bawah lalu meminjam motor melalui teman saya. Katanya mau keluar sebentar,” ujar Dwi.
Namun hingga larut malam, pria tersebut tidak kunjung kembali. Korban bersama teman-temannya menunggu hingga tengah malam dan berusaha mencari keberadaan pelaku ke sejumlah kenalan lainnya, tetapi tidak membuahkan hasil.
Ngaku Lamar Kerja di Agen Shopee
Sebelumnya, terduga pelaku sempat mengaku tengah melamar pekerjaan di salah satu agen Shopee. Ia juga memberikan nomor telepon yang diklaim bisa dihubungi.
Namun setelah kejadian, nomor tersebut sudah tidak aktif.
“Saat saya coba telusuri nomor itu di Google, justru mengarah ke grup lowongan kerja Shopee. Di kolom komentar, ada yang menyebutkan kalau orang ini diduga pernah melakukan pencurian motor di Bandung dan Tasikmalaya,” ungkap Dwi.
Informasi tersebut semakin menguatkan dugaan korban bahwa pelaku memang telah merencanakan aksinya.
Diduga Kabur ke Ciamis untuk Hindari Kejaran
Korban menduga pria tersebut sengaja berpindah ke Ciamis untuk menghindari kejaran setelah diduga melakukan aksi serupa di daerah lain. Setelah merasa situasi aman, pelaku kembali menjalankan modus yang sama.
Atas kejadian ini, Dwi mengalami kerugian materiil dan berencana melaporkan kasus dugaan pencurian motor tersebut ke pihak kepolisian, baik ke Polsek Ciamis maupun Polres Ciamis.
Kasus ini menambah daftar kasus pencurian sepeda motor di Ciamis yang menyasar mahasiswa dan penghuni kos. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap orang baru yang belum dikenal secara dekat. (GaluhID/Tegar)
