Ciamis, galuh.id – Bencana alam berupa pergerakan tanah dan longsor di Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis terjadi pada Jumat (14/11/2025) malam.
Musibah tersebut terjadi ketika hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah Pamarican dan sekitarnya.
Setidaknya tiga rumah milik warga alami kerusakan cukup parah, sehingga penghuninya terpaksa harus evakuasi ke tempat aman.
Kapolsek Pamarican, Iptu Baehaki, menyampaikan bahwa musibah itu terjadi di Dusun Sukasari RT 29 RW 12, Desa Margajaya.
Di wilayah tersebut ada tiga rumah milik warga yang rusak. Rumah itu milik Paijan (50), Usup Ependi (38) dan Komarudin (70).
“Penghuni rumah semuanya kami relokasi ke tempat aman, karena kontur tanah tidak memungkinkan untuk ditempati,” katanya kepada galuh.id, Sabtu (15/11/2025).
Kata Baehaki, luas pergerakan tanah kurang lebih 6 hektar. Panjang patahan sekitar 250 meter dan kedalaman patahan kurang lebih 50 meter.
“Taksiran kerugian dari tiga rumah yang rusak perkiraaan mencapai Rp280 juta,” ucapnya.
Ia melanjutkan, pergerakan tanah yang menyebabkan tanah longsor, tidak hanya merusak rumah warga Pamarican. Tetapi lahan pertanian pun ikut terkena dampak.
Saat ini, longsoran tanah menutup aliran air sungai Cigerentel yang menimbulkan air sungai tidak dapat mengalir dengan lancar.
“Dampak dari tertutup longsoran material tanah, air sungai Cigerentel akhirnya meluap dan merendam areal pesawahan kurang lebih 2 hektar,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait yaitu BPBD Ciamis dan BBWS Citanduy untuk penanganan evakusai material longsoran.
“Untuk penangan material longsoran, kita telah koordinasi dengan BPBD Ciamis dan BBWS Citanduy,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)
Editor: Evi
