Ciamis, galuh.id – Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Ciamis, Nur Muttaqin, kembali memimpin organisasi tersebut untuk periode kedua masa bakti 2025–2029.
Kepercayaan itu diberikan secara aklamasi dalam Muskab II KORMI Ciamis sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan capaian kepengurusan sebelumnya.
Nur Muttaqin menjelaskan bahwa masa jabatan kepengurusan KORMI berjalan selama empat tahun.
Ia pertama kali dilantik pada 10 Desember 2021, dan kini kembali mendapatkan amanah untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
“Alhamdulillah estafet kepengurusan berjalan dengan baik, dan Muskab secara aklamasi kembali mengamanahkan kepada saya untuk memimpin KORMI Ciamis periode kedua,” ucapnya, Sabtu (22/11/2025).
Lanjut Nur Muttaqin, di KORMI memang boleh menjabat hingga dua periode. Mengingat karakter olahraga masyarakat lebih menekankan pada pembudayaan daripada prestasi semata.
Ia menegaskan bahwa fokus utama KORMI adalah membudayakan olahraga di tengah masyarakat, sementara orientasi prestasi lebih menjadi ranah KONI.
Meski demikian, KORMI tetap aktif mengikuti berbagai ajang, baik tingkat daerah maupun nasional seperti PORPROV dan PORNAS.
Ia menyebutkan bahwa PORPROV 2026 akan digelar di Bogor, sementara PORNAS 2027 telah ditetapkan berlangsung di Palu, Sulawesi Tengah.
Saat ini, KORMI Ciamis telah membina 11 Induk Organisasi Olahraga (Indorga), meskipun secara nasional terdapat sekitar 80 Indorga yang di perlombakan.
Ketua KORMI Nur Muttaqin Ingin Perluas Aktivitas Olahraga Rekreasi
Menurutnya, perkembangan Indorga di daerah sangat menyesuaikan dengan potensi dan minat olahraga masyarakat setempat.
Salah satu syarat Indorga untuk bergabung ke KORMI adalah memiliki kepengurusan resmi di tingkat pusat dan provinsi.
“Beberapa cabang baru juga sedang dalam proses pengajuan SK, seperti lempar pisau nasional, komunitas skateboard Indonesia serta beberapa komunitas kebugaran lainnya. Penggiatnya di Ciamis sudah ada, tinggal melengkapi legalitas dan struktur organisasinya,” jelasnya.
Dalam empat tahun terakhir, KORMI Ciamis aktif mengikuti berbagai event, mulai dari tiga FORNAS hingga dua PORPROV.
Prestasi membanggakan pun berhasil teraih, di antaranya medali emas dan perak di tingkat nasional.
Selain bela diri, potensi olahraga tradisional Ciamis juga sangat menjanjikan. Seperti Tarompah, Narubuk, Lari Balok, hingga panahan yang sempat mewakili Jawa Barat meski harus terhenti di babak 13 besar.
“Ke depan, kami ingin lebih fokus pada penguatan olahraga tradisional agar bisa terkenal hingga tingkat nasional bahkan internasional. Ciamis punya banyak potensi yang jika terkelola secara serius bisa menjadi ciri khas daerah,” tambahnya.
Nur Muttaqin berharap pada periode keduanya ini KORMI Ciamis tidak hanya mencetak prestasi.
Tetapi juga mampu memperluas partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga rekreasi demi meningkatkan indeks kesehatan dan kebugaran warga. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
