Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim? CONCACAF Ungkap Penolakan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

olahraga, galuh.id– Federasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) baru-baru ini menyatakan penolakan terhadap rencana ekspansi Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim.

Penolakan CONCACAF terhadap rencana ini mengikuti sikap serupa dari UEFA (Uni Sepak Bola Eropa).

Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, menyatakan menambah jumlah tim peserta Piala Dunia menjadi 64 bukanlah langkah yang tepat untuk turnamen dan ekosistem sepak bola secara keseluruhan.

Victor Montagliani juga menekankan format baru dengan 48 tim belum diterapkan, sehingga pembahasan mengenai ekspansi lebih lanjut sebaiknya ditunda.

- Advertisement -

Sementara itu, proposal untuk memperbesar jumlah peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim diajukan oleh CONMEBOL (Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan) sebagai bagian dari perayaan seratus tahun turnamen tersebut.

Rencana ini melibatkan penyelenggaraan turnamen di enam negara, yaitu Spanyol, Portugal, Maroko, Uruguay, Paraguay, dan Argentina.

Dan dengan tiga negara terakhir mengusulkan tambahan pertandingan untuk memperbanyak jumlah laga.

AFC dan CAF Belum Merespon Rencana Penambahan Peserta Piala Dunia 2030

Saat ini, AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) dan CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika) belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sikap mereka terhadap usulan ekspansi ini.

- Advertisement -

Kedua konfederasi tersebut memiliki jumlah anggota yang besar, sehingga pendapat mereka akan sangat memengaruhi keputusan akhir FIFA.

Baca juga: Kim Sang-sik Pimpin ASEAN All Stars Bawa Tiga Pemain, Siapa Wakil Indonesia?

Penambahan jumlah peserta Piala Dunia dapat membuka peluang lebih besar bagi timnas Indonesia untuk lolos ke turnamen tersebut.

Namun, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) perlu mempertimbangkan dengan matang terkait rencana ini.

Apakah peningkatan kuota peserta Piala Dunia 2030 sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

Atau justru berisiko menurunkan standar kompetisi internasional?

Sementara itu, Timnas Indonesia kini tengah berjuang di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Timnas Indonesia menyisakan dua laga dalam babak ini, yakni melawan China dan melawan Jepang.

Kedua laga tersebut lantas menjadi laga krusial yang akan menentukan langkah Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 mendatang.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Efisiensi BBM, Bupati Ciamis Kaji Matang Kebijakan WFH ASN

Ciamis, galuh.id — Pemerintah pusat berencana menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai langkah...

Artikel Terkait